Wartacianjurnews.com – 700 ayam program peternakan terpadu Cianjur mengalami kematian setelah dilakukan pemeliharaan sejak awal 2026. Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP) Cianjur mengakui kematian tersebut terjadi secara bertahap.
Kabid Peternakan DPKHP Cianjur, Agung, mengatakan program peternakan terpadu tersebut sebelumnya memiliki 700 ekor ayam kampung dan 25 ekor sapi perah. Program tersebut mulai dilaksanakan melalui anggaran perubahan 2025.
“Memang betul, ayam pada kegiatan peternakan terpadu itu sebanyak 700 ekor. Kemudian sapi 25 ekor,” kata Agung usai menemui massa BEM PTNU Cianjur, Jumat (7/8/2026).
Menurut Agung, kematian ayam terjadi sejak Januari hingga April 2026. Kondisi kandang yang padat dan lantai yang basah disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi ayam.
“Pada saat pemeliharaan mungkin padat, kemudian lantai basah karena pakai sekam, akhirnya banyak kematian,” ujarnya.
Selain kondisi kandang, DPKHP menyebut kematian ayam juga terjadi akibat serangan predator. Agung mengatakan petugas bahkan menemukan ular sanca di sekitar lokasi peternakan.
“Memang kematian ada terus. Ada yang dimangsa predator, ada ular. Kita dapat ular python, termasuk ular sanca,” katanya.
Agung mengatakan pemantauan terhadap kematian ternak dilakukan dengan melibatkan dokter hewan. Namun, DPKHP mengakui jumlah tenaga kesehatan hewan yang dimiliki masih terbatas.
“Kita kekurangan SDM. Sumber daya pegawai di sini sangat sedikit sekali. Dokter hewan pun di kita ada satu,” ujarnya.
Ia menjelaskan ayam yang digunakan dalam program tersebut merupakan ayam kampung hasil produksi yang belum sepenuhnya beradaptasi dengan kondisi lingkungan pemeliharaan. Faktor kepadatan dan kondisi kandang kemudian disebut turut meningkatkan risiko kematian.
DPKHP Cianjur memastikan program tersebut tetap dievaluasi. Dinas juga menyatakan pembinaan terhadap kegiatan peternakan di lapangan akan terus dilakukan agar program dapat berjalan lebih optimal.
“Kita selalu mengevaluasi, selalu berkomunikasi, kemudian teman-teman di lapangan melakukan pembinaan terus-menerus,” kata Agung. (Ben)













Comment