BEM PTNU Cianjur Desak Evaluasi Program Peternakan, Soroti Anggaran Rp2,8 Miliar

Wartacianjurnews.com – BEM PTNU Cianjur mendesak Pemerintah Kabupaten Cianjur mengevaluasi program peternakan, termasuk peternakan terpadu yang menggunakan anggaran sekitar Rp2,8 miliar pada 2025.

Desakan tersebut disampaikan dalam aksi demonstrasi yang digelar di Cianjur, Jumat (7/8/2026). Massa mahasiswa menyoroti pelaksanaan program, kondisi ternak, penyaluran bantuan, serta efektivitas program yang dijalankan Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP) Cianjur.

Perwakilan BEM PTNU Cianjur, Fauzi, mengatakan pihaknya meminta pemerintah daerah serius melakukan evaluasi terhadap program peternakan. Evaluasi dinilai penting untuk memastikan program pemerintah berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Menanggapi aksi tersebut, Kabid Peternakan DPKHP Cianjur, Agung, mengatakan pihaknya terbuka terhadap evaluasi yang disampaikan mahasiswa. Menurutnya, evaluasi diperlukan agar pelaksanaan program ke depan dapat berjalan lebih optimal.

“Kita akan selalu mengevaluasi kegiatan yang sudah berjalan menjadi lebih optimal dan semoga berhasil ke depannya,” kata Agung usai menemui massa aksi.

Agung mengatakan program peternakan terpadu masih tergolong baru. Program tersebut masuk dalam anggaran perubahan 2025 dan mulai dilaksanakan sekitar Oktober, dengan kegiatan berlangsung pada November hingga Desember 2025.

“Kalau memang belum ada dampaknya memang betul, karena baru berjalan,” ujarnya.

Dalam program tersebut, DPKHP mencatat terdapat sekitar 700 ekor ayam kampung dan 25 ekor sapi perah. Namun, Agung mengakui terjadi penurunan populasi ayam akibat kematian yang berlangsung sejak Januari hingga April 2026.

Menurut Agung, kematian ayam dipengaruhi kondisi kandang yang padat dan lantai yang basah. Dinas juga menyebut adanya serangan predator, termasuk ular sanca, sebagai salah satu faktor kematian ternak.

Selain persoalan populasi ternak, DPKHP mengakui menghadapi keterbatasan sumber daya manusia. Agung menyebut pihaknya hanya memiliki satu dokter hewan untuk mendukung pelayanan peternakan di lapangan.

“Kita kekurangan SDM. Sumber daya pegawai di sini sangat sedikit sekali. Dokter hewan pun di kita ada satu,” katanya.

Agung menegaskan DPKHP akan terus melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap program yang berjalan. Ia menyebut petugas di lapangan tetap melakukan komunikasi dengan kelompok penerima manfaat untuk memastikan program dapat berkembang.

“Kita selalu mengevaluasi, selalu berkomunikasi, kemudian teman-teman di lapangan melakukan pembinaan terus-menerus,” ujarnya.

Aksi BEM PTNU Cianjur tersebut menjadi sorotan terhadap pelaksanaan program peternakan pemerintah daerah. DPKHP menyatakan akan menindaklanjuti evaluasi agar pelaksanaan program ke depan lebih optimal. (Ben)

Comment