Wartacianjurnews.com – Gerbang Marhamah kembali menjadi pembahasan setelah Dosen Etika Bisnis Universitas Putra Indonesia (UNPI) Cianjur, Doddie FT, menyampaikan refleksi mengenai arah pembangunan Kabupaten Cianjur. Melalui tulisan berjudul Gerbang Marhamah, Kota Santri, dan Paradoks Pembangunan Cianjur, ia menekankan pentingnya menjadikan nilai marhamah sebagai dasar penyelenggaraan pemerintahan.
Menurut Doddie, identitas Cianjur sebagai Kota Santri merupakan fondasi moral yang seharusnya tercermin dalam kebijakan publik. Ia menyebut pembangunan semestinya diukur dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat, bukan hanya dari simbol yang ditampilkan.
“Peradaban tidak diukur dari megahnya simbol yang dibangun, tetapi dari nilai yang diwujudkan dalam kehidupan masyarakat,” tulis Doddie dalam refleksinya.
Dalam tulisannya, Doddie menyampaikan bahwa masyarakat lebih membutuhkan pelayanan administrasi yang mudah, pendidikan berkualitas, layanan kesehatan yang baik, serta tersedianya lapangan pekerjaan. Ia juga menilai nilai-nilai Islam sejalan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang mengedepankan akuntabilitas, transparansi, efektivitas, dan penegakan hukum.
“Yang dibutuhkan Cianjur hari ini bukanlah gerbang yang lebih megah, melainkan keberanian untuk mengembalikan marhamah sebagai ruh kepemimpinan dan arah pembangunan,” ujarnya.
Doddie juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang memadukan integritas moral, kapasitas intelektual, dan keberanian politik. Menurutnya, pengambilan kebijakan publik perlu didasarkan pada data, riset, dan kepentingan masyarakat agar pembangunan dapat memberikan manfaat yang nyata.
Melalui refleksi tersebut, Doddie mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan nilai marhamah sebagai pedoman dalam pembangunan daerah. Ia menilai masyarakat pada akhirnya akan menilai keberhasilan pemerintah dari kualitas pelayanan publik, pendidikan, kesejahteraan, serta kesempatan bagi generasi muda untuk berkembang di Kabupaten Cianjur. (Ben)













Comment