
Wartacianjur.com. – Di pesisir Pantai Cemara, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, berdiri sebuah hutan cemara yang sejuk dan rindang. Siapa sangka, kawasan ini dulunya hanyalah lahan tandus bekas tambang pasir besi. Kini, berkat kerja keras warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan Cidamar Lestari, wajah pantai berubah menjadi destinasi ekowisata yang menyejukkan mata sekaligus menyelamatkan lingkungan.
“Sejak tahun 2014, warga secara swadaya menanam cemara udang di sepanjang garis pantai. Kebetulan ada bantuan bibitnya, ” Ujar Ayi Jaenudin, salah seorang penggerak kegiatan di pantai Cemara yang didampingi Endang Yosep, wakil Ketua BPD Desa Cidamar ketika dihubungi, Jumat (17/7/2026).
Disebutkan Ayi, tujuannya sederhana, memulihkan lahan rusak dan melindungi pertanian dari terjangan angin laut. Perlahan, pohon-pohon itu tumbuh, membentuk barisan hijau yang kini menjadi ikon Pantai Cemara.
“Transformasi ini bukan hanya soal lingkungan. Hutan cemara yang terbentuk kini menjadi ekowisata Pantai Cemara. Jalur setapak di bawah teduhnya pepohonan menarik pengunjung, sementara warga mendapat manfaat ekonomi dari wisata yang tumbuh. Pantai yang dulu sepi kini ramai oleh aktivitas edukasi, rekreasi, dan konservasi.”tandas Ayi.
Ditambahkan pula Endang Yosep, wakil Ketua BPD Desa Cidamar bahwa Kegiatan KTH Cidamar Lestari bahkan terdokumentasi dalam Gerakan Tanam Pelihara 50 Juta Pohon. Dari Cianjur Selatan, pesan mereka bergema: menjaga alam bukan sekadar tugas, melainkan warisan untuk generasi mendatang.
“Kisah KTH Cidamar Lestari adalah bukti bahwa perubahan besar bisa lahir dari langkah kecil. Dari tangan-tangan warga desa, lahir hutan yang bukan hanya melindungi, tetapi juga menghidupi.” Kata Endang Yosep.
Pantai Cemara kini bukan sekadar destinasi, melainkan simbol harapan bahwa alam bisa pulih jika manusia mau berjuang bersama. (Redaksi)













Comment