Wartacianjurnews.com- Marak praktik penangkapan dan penyelundupan benih bening lobster (benur) di sepanjang pantai selatan Jayati, Cianjur Selatan. Hal itu terungkap berdasarkan keterangan dari sejumlah sumber termasuk ketua nelayan setempat.

Sumber mengatakan bahwa aktivitas penangkapan benur masih berlangsung secara masif, terutama pada malam hari. kondisi di lapangan menunjukkan tingginya intensitas penangkapan ilegal.
Praktik ini tidak hanya melibatkan nelayan kecil, tetapi juga diduga menjadi bagian dari rantai distribusi ilegal yang lebih besar. Benur yang ditangkap umumnya diselundupkan ke luar negeri, terutama ke negara-negara Asia Tenggara seperti Vietnam, yang memiliki industri budidaya lobster maju.
Salah satu nelayan mengatakan, para nelayan kini lebih fokus pada budidaya benur yang dirasa lebih menguntungkan.
“Sebetulnya cuaca tidak berpengaruh terhadap tangkapan ikan, hanya saja pada beralih ke benur karena saat ini musimnya panen dan hasilnya bagus,” kata dia, Rabu 22 Juli 2026.
Dia menambahkan, para nelayan mayoritas bekerja kepada pemilik tempat pembudidayaan benur.
“Para nelayan ini bekerja ke juragan, bukan yang punya tempat budidaya,” ujarnya.
Hasil panen benur tidak dijual di daerahnya, namun diekspor ke negara lain
“Ya memang ilegal, penjualannya diekspor ke Vietnam,” pungkasnya. (NRS)













Comment