wartacianjurnews.com. – Di balik kepulan asap tungku dan derap alat manual, sebuah usaha keluarga di Kampung Cimanggu, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, terus berjuang menjaga denyut industri tradisional. Bata Merah HS kini menjelma menjadi pengolahan bata merah terbesar di Cianjur, mencetak hingga 30.000 bata setiap pekan.
Sejak tahun 1995, pabrik Bata Merah HS berdiri kokoh di Kampung Cimanggu, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur. Dirman, pemilik sekaligus generasi kedua penerus usaha ini, menceritakan bahwa awalnya pabrik tersebut memproduksi genteng. Namun, seiring menurunnya minat masyarakat terhadap genteng, arah usaha pun beralih ke bata merah.
“HS itu inisial dari Haji Saep, ayah saya. Beliau yang merintis usaha ini. Dulu genteng masih jadi primadona, tapi sekarang masyarakat lebih banyak beralih ke bata merah,” ujar Dirman, Sabtu, 13 Juni 2026.
Kini, Bata Merah HS mampu mencetak 25.000 hingga 30.000 bata merah per minggu, menjadikannya pengolahan bata merah terbesar di Kabupaten Cianjur.
Idang, bagian pemasaran, mengungkapkan bahwa permintaan bata merah belakangan ini kembali meningkat.
“Pasar mulai bergeliat lagi. Permintaan bata merah terus naik, dan kami berusaha memenuhi kebutuhan itu,” kata Idang.
Namun, di balik geliat pasar, usaha ini menghadapi tantangan besar. Kenaikan harga bahan bakar dan keterbatasan alat manual menjadi kendala utama.
“Bahan bakar makin sulit, sementara alat yang kami gunakan masih manual. Itu membuat produksi tidak bisa maksimal,” tambah Idang.
Meski begitu, dengan 18 karyawan yang diberdayakan, Bata Merah HS tetap bertahan. Idang berharap ada perhatian dari pemerintah agar usaha tradisional seperti ini bisa terus berkembang.
“Kalau ada bantuan, tentu akan sangat membantu. Kami ingin usaha ini bukan hanya bertahan, tapi juga memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat sekitar,” ujarnya penuh harap.
Di tengah arus modernisasi dan tantangan ekonomi, Bata Merah HS menjadi bukti bahwa ketekunan dan warisan keluarga mampu menjaga denyut industri lokal. Dari tangan-tangan pekerja di Cimanggu, bata merah tak hanya menjadi bahan bangunan, tetapi juga simbol keteguhan untuk terus berdiri, meski rintangan menghadang.(red.)













Comment