Wartacianjurnews.com – Penguatan dolar terhadap rupiah berdampak pada kenaikan harga komputer dan perangkat elektronik di Kabupaten Cianjur. Kondisi tersebut membuat sejumlah komponen komputer hingga laptop mengalami lonjakan harga dan berimbas pada penurunan penjualan.
Kenaikan harga dirasakan para pelaku usaha komputer sejak April 2026. Komponen impor seperti SSD, RAM, harddisk, hingga laptop menjadi produk yang paling terdampak akibat perubahan nilai tukar mata uang.
Pedagang komputer di Kecamatan Karangtengah, Fauziawan Maryuliana, mengatakan harga sejumlah komponen terus mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, untuk beberapa jenis barang, kenaikannya disebut mendekati dua kali lipat dibanding harga sebelumnya.

“Semenjak dolar naik harga melambung tinggi dan up-nya hampir seratus persen. Harga SSD yang naik tuh, harga RAM, harddisk dan terutama laptop,” kata Fauziawan.
Menurutnya, kondisi tersebut terjadi menjelang tahun ajaran baru saat permintaan laptop dan printer biasanya meningkat. Namun, kenaikan harga membuat banyak konsumen memilih menunda pembelian.
“Sekarang kan mulai masuk sekolah pasti harga melambung tinggi terus kalau belum stabil. Tiap hari harga naik semua,” ujarnya.
Fauziawan mengaku dampak kenaikan harga juga terlihat dari penurunan omzet penjualan. Banyak calon pembeli yang sebelumnya berencana membeli perangkat komputer akhirnya memilih menunggu kondisi harga lebih stabil.
“Kalau penurunan omzet ada dan user pun bertanya-tanya dari segi harga, jadi yang tadinya mau beli dicancel dulu, dipending dulu,” ucapnya.
Para pelaku usaha berharap nilai tukar rupiah kembali stabil agar harga komponen komputer dan perangkat elektronik dapat berangsur normal. Stabilitas harga dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong kembali aktivitas penjualan. (Ben)













Comment