Wartacianjurnews.com- Gerakan Aliansi Muda Cianjur (GAMC) mendesak Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian mengevaluasi Kepala Dinas PUTR Cianjur terkait temuan kelebihan volume pekerjaan yang terus berulang dan menjadi catatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jabar.

Tercatat sejak 2021 hingga sekarang kerugian total diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Aktivis Gerakan Aliansi Muda Cianjur (GAMC) Ari mengatakan, temuan tersebut pertanda PUTR Cianjur memiliki rapor merah dalam setiap pekerjaan.
“Setiap tahun temuan kekurangan volume selalu terulang, namun tidak ada evaluasi dari Bupati Cianjur,” kata Ari, Kamis 4 Juni 2026.
Ari menilai, Kepala Dinas PUTR Cianjur Eri Rihandiar seakan kekal, padahal dari segi kinerja kerap merugikan negara.
“Jika dinasnya saja sudah bebal, dan bupatinya memilih maklum, maka selamat datang di Cianjur kota di mana jalannya boleh kurang volume, asalkan setoran tetap pas,” ujarnya.
Dia pun mendesak orang nomor satu di Kabupaten Cianjur segera bertindak dengan melakukan pencopotan terhadap Kadis PUTR Cianjur.
“Kami mendesak Bupati Cianjur melakukan rotasi mutasi ditubuh PUTR Cianjur, termasuk mencopot Kepala Dinas karena gagal menjalankan tugas dan fungsinya,” pungkasnya. (NRS)











Comment