Polres Cianjur Bergerak! Knalpot Brong, Miras hingga Sajam Diamankan Saat Konvoi Persib

Wartacianjurnews.com – Aparat Polres Cianjur menggelar razia besar-besaran usai perayaan kemenangan Persib Bandung yang sukses mencetak hattrick juara Liga 1, Sabtu malam, 23 Mei 2026. Dalam operasi tersebut, ratusan warga dan bobotoh terjaring karena berbagai pelanggaran.

Petugas menemukan beragam pelanggaran mulai dari penggunaan knalpot brong, membawa minuman keras, kepemilikan senjata tajam hingga dugaan penyalahgunaan narkotika dan obat keras tertentu.

Kapolres Cianjur, AKBP Ahmad Alexander Yurikho Hadi, mengatakan kegiatan penertiban dilakukan untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama euforia kemenangan Persib berlangsung di wilayah Kabupaten Cianjur.

Teks: Puluhan bobotoh dan pengendara terjaring razia Polres Cianjur usai konvoi kemenangan Persib Bandung di malam hari.
Foto: Sejumlah bobotoh dan pengendara yang terjaring razia Polres Cianjur duduk di lapangan utama Mapolres Cianjur usai diamankan saat perayaan kemenangan Persib Bandung juara Liga 1, Sabtu malam (23/5/2026).

Menurutnya, mayoritas pelanggar yang diamankan menggunakan kendaraan dengan spesifikasi tidak sesuai aturan, khususnya knalpot bising yang meresahkan masyarakat.

“Banyak kendaraan menggunakan knalpot tidak standar atau knalpot brong sehingga kami lakukan penindakan,” ujar dia.

Dalam razia tersebut, polisi turut menghentikan satu unit mobil Daihatsu Ayla yang menggunakan knalpot brong dan pelat nomor tidak sesuai identitas kendaraan.

Saat akan diperiksa petugas, tiga orang di dalam mobil disebut sempat berusaha melarikan diri. Polisi menduga ketiganya berada di bawah pengaruh minuman keras.

“Ada kendaraan roda empat yang menggunakan knalpot brong dengan pelat nomor berbeda. Penumpangnya juga diduga dalam kondisi mabuk dan sempat mencoba kabur,” katanya.

Tak hanya itu, petugas menemukan satu bilah pisau di dalam kendaraan tersebut.

Selain penemuan senjata tajam, polisi juga mendapati sejumlah warga membawa minuman keras. Bahkan beberapa orang yang diperiksa menunjukkan perilaku tidak normal dan diduga berada di bawah pengaruh narkotika maupun obat keras tertentu.

“Ada yang jawabannya tidak nyambung saat diperiksa sehingga terindikasi mengonsumsi obat keras atau narkotika,” ungkapnya.

Petugas juga menindak sejumlah kendaraan bak terbuka seperti truk dan pikap yang digunakan mengangkut penumpang saat konvoi perayaan. Polisi menilai tindakan tersebut sangat berbahaya bagi keselamatan.

Selain penindakan, Polres Cianjur turut memberikan pembinaan kepada para pelanggar, terutama remaja dan pengendara di bawah umur agar tidak mengulangi perbuatannya. (Ben)

Comment