Wartacianjurnews.com- Ketidakhadiran Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian pada audensi proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (Geothermal) di kawasan Gunung Gede Pangrango memantik rasa kecewa dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Prabhu Indonesia Jaya.

Ketua LSM Prabhu Indonesia Jaya DPD Kabupaten Cianjur Riki Supiandi mengaku, kecewa terhadap Bupati Cianjur yang seharusnya hadir.
“Kami sangat menyayangkan Bupati memilih absen. Ini bukan sekadar masalah jadwal, bukti kurangnya empati dan tanggung jawab terhadap kekhawatiran warga soal dampak lingkungan,” kata Riki, Rabu 13 Mei 2026.
Dia menambahkan, Bupati seolah menutup ruang-ruang demokrasi yang seharusnya difasilitasi Pemkab Cianjur.
“Kami membawa aspirasi dari arus bawah. Jika Bupati saja tidak bersedia duduk bersama, lantas kepada siapa lagi rakyat harus mengadu,” ujarnya.
Riki menduga sikap Bupati diduga lebih sibuk menggelar “karpet merah” bagi kepentingan investor, dibandingkan menjamin keselamatan nyawa warga.
“Kami menduga Pemkab Cianjur lebih mementingkan kenyamanan dan keuntungan investor dibandingkan keselamatan nyawa,” paparnya.
Riki pun mengaku, kaget mendengarkan penjelasan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Cianjur bahwa Bupati tidak mengetahui apa-apa terkait proyek Geothermal.
Faktanya, masyarakat telah berkali-kali mengajukan audiensi dan melakukan sejumlah aksi unjuk rasa demi menyuarakan penolakan.
“Bagaimana mungkin pemimpin daerah tidak tahu proyek besar yang dampaknya menyangkut nasib ribuan orang?,” pungkasnya. (NRS)













Comment