Banjir Bandang Jamali Susulan, 15 Rumah Rusak Berat, Kerugian Belum Ditaksir

Wartacianjurnews.com — Banjir bandang Jamali kembali merendam permukiman warga di Kampung Cibolang, Desa Jamali, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jumat (1/5/2026). Peristiwa ini terjadi sehari setelah banjir sebelumnya dan disebut memiliki intensitas lebih besar.

Kepala Desa Jamali, Cece Rusmana, menyebut ketinggian dan arus banjir kali ini lebih kuat dibanding kejadian sebelumnya. “Iya, lebih gede dari yang kemarin. Ada perbedaan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, air mulai naik pada sore hari dan berangsur surut beberapa jam kemudian. “Tadi sekitar jam tiga mulai naik, terus jam empat sampai jam lima mulai surut lagi,” kata Cece.

Teks: Petugas Polsek Mande memeriksa rumah warga yang rusak akibat banjir bandang Jamali di Cianjur
Foto: Petugas Polsek Mande meninjau kondisi rumah warga yang terdampak banjir bandang di Kampung Cibolang, Desa Jamali, Kecamatan Mande, Cianjur, Jumat (1/5/2026).

Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 31 rumah terdampak dengan total 97 jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 15 rumah mengalami kerusakan berat akibat terjangan material yang terbawa arus.

“Rusak berat sekitar 15 rumah. Dindingnya jebol karena terbawa material kayu dari atas,” ungkapnya.

Cece menambahkan, banjir susulan juga menyebabkan barang-barang warga kembali hanyut setelah sebelumnya sempat dibersihkan. “Barang-barang seperti mesin cuci, tempat tidur, dan lemari kembali kebawa air,” katanya.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa maupun luka. “Alhamdulillah tidak ada,” ucap Cece.

Pemerintah desa bersama warga saat ini fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar korban terdampak. “Kami menyediakan makanan siap saji, karena warga tidak bisa memasak. Bantuan masih sebatas personel, untuk logistik belum ada,” jelasnya.

Kerugian material akibat banjir bandang Jamali ini masih dalam proses pendataan dan belum dapat ditaksir secara pasti. (Ben)

Comment