Hujan Deras Picu Pergeseran Tanah Cibokor, Dua Rumah Rusak Parah dan Masjid Retak

Wartacianjurnews.com — Pergeseran tanah Cibokor terjadi di Kampung Puncak Pasir, Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu sore hingga dini hari. Peristiwa ini mengakibatkan sejumlah rumah warga dan satu bangunan masjid mengalami kerusakan.

Sebanyak lima rumah warga terdampak dalam kejadian tersebut. Dua rumah dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah hingga satu di antaranya tidak bisa lagi dihuni, sementara tiga rumah lainnya mengalami kerusakan sedang.

Selain rumah, satu bangunan masjid juga mengalami retakan pada bagian dinding hingga lantai akibat pergeseran tanah. Warga menyebut kerusakan terjadi di berbagai bagian bangunan, mulai dari bagian depan, kamar mandi, hingga bagian belakang rumah.

Teks: Rumah warga rusak akibat pergeseran tanah di Cibokor Cianjur
Foto: Kondisi rumah warga di Kampung Puncak Pasir, Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber, Cianjur, yang mengalami kerusakan akibat pergeseran tanah.

Salah seorang warga terdampak, Milawati, mengatakan hujan deras sudah terjadi sejak sore hari hingga tengah malam sebelum peristiwa terjadi.

“Hujan dari sore jam lima sampai jam satu malam, hujannya deras banget. Ada suara pletak-pletek, pas kejadian itu langsung geser,” ujarnya.

Ia menambahkan, warga sudah memiliki firasat akan terjadi sesuatu sehingga memilih mengungsi lebih dulu.

“Sekitar tengah malam, karena hujan, kita langsung pergi karena sudah firasat takut. Langsung ngungsi ke rumah saudara berdua sama nenek,” katanya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Warga yang rumahnya terdampak diketahui telah mengungsi ke rumah kerabat sebelum pergeseran tanah terjadi.

Selain merusak bangunan, pergeseran tanah juga berdampak pada lahan kebun dan pesawahan warga. Kondisi lahan terlihat anjlok dan terbelah, sehingga tidak dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.

Camat Cibeber, Ardian, menyebut wilayah tersebut memang termasuk zona rawan pergerakan tanah.

“Pergerakan di Cibokor dan Kanoman seperti halnya terjadi sebelumnya. Memang ada titik-titik rawan pergerakan tanah, ditambah kontur dan tekstur tanah yang cukup rentan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya masih melakukan kajian terkait kemungkinan relokasi warga.

“Saat ini masih dikaji apakah perlu direlokasi atau tidak,” katanya.

Hingga kini, petugas bersama BPBD masih melakukan pendataan dan pemantauan di lokasi. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi pergerakan tanah susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu. (Ben)

Comment