Wartacianjurnews.com – Apel Operasi Ketupat Lodaya 2026 digelar di Lapangan Utama Mapolres Cianjur, Kamis (12/3/2026). Operasi pengamanan Idulfitri tersebut melibatkan sekitar 1.300 personel gabungan dari TNI, Polri, pemerintah daerah, serta sejumlah instansi terkait.
Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan operasi tersebut merupakan bentuk sinergi lintas lembaga di Kabupaten Cianjur untuk memastikan keamanan masyarakat selama periode mudik dan balik Lebaran.

“Gabungan untuk Operasi Ketupat tahun 2026. Kita terdiri dari seluruh institusi di Kabupaten Cianjur; TNI, Polri, BPBD, Dishub, PMI, Satpol PP, Damkar, Senkom, dan lain sebagainya, termasuk adik-adik dari Pramuka juga,” ujar Wahyu.
Ia menyebutkan Operasi Ketupat Lodaya 2026 akan berlangsung selama 13 hari. Pemerintah daerah berharap seluruh rangkaian pengamanan dapat berjalan lancar sehingga masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dapat sampai ke tujuan dengan aman.
“Semoga berjalan lancar di Kabupaten Cianjur dan seluruh pemudik bisa sampai ke tujuan dengan aman dan selamat,” katanya.
Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi mengatakan Polres Cianjur menyiagakan ratusan personel untuk mendukung pelaksanaan operasi tersebut. Menurutnya, sebagian besar personel ditempatkan untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
“Untuk dari Polri sendiri, hampir dua pertiga pasukan ditempatkan untuk lebih dekat ke masyarakat. Kami menampilkan belasan pos pengamanan, belasan pos pelayanan, dan satu pos terpadu,” ujarnya.
Ia menjelaskan pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu tersebut digunakan bersama oleh berbagai unsur yang terlibat dalam operasi. “Pos terpadu, pospam, dan posyan tersebut bukan milik Polri saja. Ada Pramuka, Basarnas, Dishub, Satpol PP, dan saudara kami dari Kodim yang berada di sana dengan tujuan melindungi masyarakat,” kata dia.
Kapolres menambahkan total personel gabungan yang diterjunkan dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026 diperkirakan mencapai sekitar 1.300 orang. “Kami turunkan hampir 1.000 personel. Dari Polres sendiri sekitar 600 orang, ditambah dari TNI dan unsur lainnya sehingga total sekitar 1.300 personel untuk masyarakat Cianjur,” ujarnya. (Ben)













Comment