UPTD Penyediaan Benih Induk Pertanian Diduga Gelapkan Hasil Panen Padi

oplus_0

Wartacianjurnews.com- Pengelolaan lahan seluas 32 hektare yang ditanami padi di Kampung Cileunjang Desa Sukamulya Kecamatan Warungkondang menuai sorotan.

DIDUGA MENGGELAPKAN, UPTD Penyediaan Benih Induk Pertanian TPHPKP Cianjur diduga menggelapkan hasil panen. (Dok/Warta Cianjur).

Pasalnya, lahan yang dikelola UPTD Penyediaan Benih Induk Pertanian Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Cianjur diduga melakukan penggelapan hasil panen.

Kepala UPTD Penyediaan Benih Induk Pertanian Kabupaten Cianjur, Ihwan Munajat menjelaskan, lahan digarap ratusan petani dengan sistem bagi hasil dan menghasilkan padi varietas PUB sebanyak 60 ton dalam setahun. Jika dirata-ratakan produksi dua ton per hektare.

“Total lahan 32 hektare digarap ratusan petani. Dalam setahun menghasilkan 60 ton untuk pendapatan asli daerah (PAD),” kata Ihwan, Selasa 24 Februari 2026.

Klaim pernyataan tersebut bertolak belakang dengan keterangan sejumlah pelaku usaha gabah di lapangan.

WN (38), seorang tengkulak asal Cianjur mengaku, angka produksi tersebut jauh di bawah rata-rata hasil panen yang biasa.

“Saya biasa memborong. Lahan 32 hektare itu bisa sampai 92 ton dalam satu kali panen atau per musim,” katanya.

Menurut WN, secara umum pola tanam padi memungkinkan tiga kali panen dalam setahun, dengan siklus tanam sekitar tiga bulan.

“Kalau setahun, petani biasanya panen tiga kali. Penanaman padi itu tiga bulan sekali, jadi dalam 12 bulan bisa tiga kali panen,” jelasnya.

Jika diasumsi rata-rata dua ton per hektare, maka dalam satu musim panen lahan 32 hektare berpotensi menghasilkan sekitar 64 ton. Bila panen dilakukan tiga kali setahun, total produksi bisa mencapai 192 ton per tahun. (Redaksi)

Comment