Wartacianjurnews.com – Angka putus sekolah anak di Kabupaten Cianjur yang disebut mencapai lebih dari 50 ribu anak menuai sorotan serius dari Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Cianjur, Irfan Aulia Budiman.
Ia mengaku miris dan prihatin mendalam atas kondisi tersebut, terlebih di tengah perkembangan zaman dan berbagai program pendidikan yang digulirkan pemerintah.
“Yang pertama saya sampaikan, jujur saya sangat miris. Miris sekali. Di tengah perkembangan zaman seperti sekarang, masih ada peristiwa anak-anak putus sekolah dalam jumlah sebesar itu. Perasaan saya sangat prihatin,” ujar Irfan, Selasa (29/12/2025).

Menurut Irfan, angka tersebut bukan sekadar data statistik, melainkan alarm keras bagi pemerintah daerah bahwa persoalan pendidikan di Cianjur belum ditangani secara serius dan menyeluruh.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak bisa bersikap biasa-biasa saja dalam menyikapi persoalan ini. Diperlukan langkah konkret dan terkoordinasi lintas sektor, khususnya oleh Dinas Pendidikan, dengan melibatkan seluruh unsur pemerintahan hingga ke tingkat paling bawah.
“Harus ada tindakan nyata dari pemerintah. Terutama dinas terkait, Dinas Pendidikan, harus bekerja sama dengan seluruh stakeholder. Baik pemerintah kecamatan maupun desa,” tegasnya.
Irfan menilai, salah satu langkah awal yang mendesak dilakukan adalah sosialisasi masif kepada masyarakat terkait pentingnya pendidikan bagi anak. Menurutnya, banyak kasus putus sekolah terjadi bukan hanya karena faktor ekonomi, tetapi juga karena minimnya pemahaman orang tua terhadap pentingnya pendidikan jangka panjang.
“Perlu ada sosialisasi kepada masyarakat bahwa pendidikan itu penting. Kalau memang ada kendala, kendalanya apa, apakah ekonomi, akses, atau faktor lain, itu harus didata. Nanti solusinya kita pikirkan bersama,” katanya.
Lebih lanjut, Irfan menekankan bahwa persoalan putus sekolah tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Dibutuhkan kehadiran negara secara nyata untuk memastikan tidak ada anak di Cianjur yang kehilangan hak dasar atas pendidikan.
“Ini tanggung jawab bersama. Negara harus hadir. Jangan sampai anak-anak Cianjur menjadi korban kelalaian sistem,” pungkasnya. (dil)













Comment