Wartacianjurnews.com – Sebanyak 120 becak listrik bantuan Presiden RI Prabowo Subianto diserahkan kepada pengemudi becak di Kabupaten Cianjur. Dengan anggaran sekitar Rp24 juta per unit, 120 becak tersebut secara perhitungan memiliki nilai sekitar Rp2,88 miliar.
Penyerahan berlangsung di Taman Pancaniti, Pendopo Pemda Kabupaten Cianjur, Kamis (1/10/2026). Bantuan tersebut diprioritaskan bagi pengemudi becak, terutama mereka yang sudah lanjut usia.
Bupati Cianjur Dr. dr. Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan bantuan tersebut ditujukan untuk meringankan beban fisik para pengemudi becak saat bekerja. “Ya alhamdulillah, Bapak Presiden Prabowo Subianto bersama dari Yayasan GSN hari ini menyalurkan becak listrik ke Kabupaten Cianjur, sebanyak kurang lebih 120 untuk para pengemudi becak, terutama yang lansia,” kata Wahyu.
Wahyu memastikan bantuan tersebut diberikan secara gratis kepada penerima. “Oh, tidak ada setoran, gratis full, semuanya gratis,” ujarnya.
Direktur Perencanaan Yayasan GSN, Firman Dahlan, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat lanjut usia. “Bantuan becak listrik ini adalah bentuk kepedulian dari Pak Prabowo kepada warga masyarakat yang usianya lebih lanjut, sudah lanjut. Dengan demikian, bisa meringankan beban fisik mereka dan juga bisa meningkatkan perekonomian mereka,” kata Firman.
Firman menjelaskan, bantuan becak listrik tersebut tidak hanya didistribusikan di Cianjur, tetapi menjadi bagian dari distribusi untuk wilayah Pulau Jawa. Untuk Jawa Barat, menurutnya, masih terdapat lima kabupaten yang belum menerima bantuan.
“Ini ada 120 becak listrik yang ada di sini. Dan akan didistribusi seluruh Pulau Jawa yang selama ini,” ujarnya. Ia juga menyebut jumlah bantuan dapat bertambah, sementara alokasi tiap kabupaten disesuaikan dengan data pendaftar yang diterima yayasan.
“Alokasinya tidak ditentukan. Tergantung jumlah pendaftar yang diterima oleh yayasan, kemudian didistribusikan sesuai dengan data yang ada,” kata Firman.
Firman menyebut anggaran satu unit becak listrik mencapai Rp24 juta. Dengan jumlah 120 unit, nilai berdasarkan anggaran per unit tersebut setara sekitar Rp2,88 miliar.
Sementara itu, salah seorang penerima bantuan, Sakiman, mengaku telah menjadi pengemudi becak selama puluhan tahun. Ia mengatakan pernah menarik becak di Jakarta sejak sekitar 1976 dan melanjutkan pekerjaannya di Cianjur sejak 1984.
“Ya terima kasih, saya mah mengucapkan terima kasih ada bantuan dari Pak Presiden Prabowo Subianto ya, buat inilah pencari sehari-hari gitu. Maksudnya kan enggak genjot gitu maksud saya,” kata Sakiman.
Sakiman mengaku telah mencoba becak listrik tersebut dan dapat mengoperasikannya. “Alhamdulillah, pelan-pelan mah bisa,” ujarnya.
Pemkab Cianjur selanjutnya akan berkoordinasi dengan PLN melalui Dinas Perhubungan untuk menyiapkan fasilitas pengisian daya di sejumlah lokasi strategis. Untuk tarif, Wahyu menyebut tidak ada pengaturan khusus dari pemerintah dan tarif disesuaikan dengan pengemudi becak. (Ben)














Comment