Warga Tanjungsari Agrabinta Geram Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Dana Desa dan BUMDes Jadi Sorotan

Wartacianjurnews.com — Kerusakan jalan desa yang disebut dibiarkan bertahun-tahun memicu sorotan warga di Desa Tanjungsari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur. Warga mempertanyakan kinerja pemerintah desa karena kondisi jalan dinilai tidak kunjung dibenahi, sementara penggunaan dana desa serta pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sejak 2022 disebut belum terlihat dampaknya di lapangan.

Keluhan tersebut disampaikan warga kepada Wartacianjurnews.com pada Selasa, 20 Januari 2026. Warga menyebut jalan yang rusak menjadi hambatan aktivitas masyarakat, terutama saat hujan karena berubah licin dan berlumpur.

Teks: Kantor Desa Tanjungsari Agrabinta Cianjur saat warga menyoroti transparansi dana desa dan BUMDes.
Foto: Suasana Kantor Desa Tanjungsari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, yang menjadi lokasi pelayanan pemerintahan desa di tengah sorotan warga terkait keterbukaan dana desa dan pengelolaan BUMDes.

“Selama kepala desa ini menjabat, jalan dibiarkan rusak. Kalau hujan makin parah, licin dan becek,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga menilai kondisi jalan seharusnya menjadi perhatian utama pemerintah desa karena menyangkut akses warga sehari-hari. Namun, warga mengaku tidak melihat adanya perbaikan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

“Jalan rusak terus begini. Kami capek, tiap hari lewat sini,” ucapnya.

Selain infrastruktur, warga juga menyoroti penggunaan dana desa yang menurut mereka belum dipahami secara jelas oleh masyarakat. Warga mengaku mempertanyakan peruntukan anggaran karena kondisi jalan masih memprihatinkan.

“Dana desa juga kami tidak tahu dipakai untuk apa. Yang terlihat di lapangan jalan tetap rusak,” katanya.

Sorotan warga juga mengarah pada BUMDes yang disebut tidak berjalan sejak 2022. Warga menilai BUMDes belum memberikan manfaat nyata terhadap perekonomian desa.

“BUMDes juga tidak berjalan sejak 2022. Sampai sekarang tidak ada hasil yang dirasakan warga,” ujarnya.

Terkait pengelolaan BUMDes, Ketua BUMDes Tanjungsari Agrabinta, Wahyu, memberikan klarifikasi kepada Wartacianjurnews.com. Ia menyatakan dirinya baru menjabat pada 2024 dan 2025, sehingga tidak dapat menjelaskan secara rinci kondisi anggaran sebelum masa jabatannya.

“Kalau soal anggaran BUMDes tahun 2022 dan 2023, saya tidak hafal karena saya baru menjabat di tahun 2024 dan 2025. Kalau kepala desa mungkin lebih mengetahui,” ujar Wahyu.

Wahyu juga menjelaskan bahwa pada 2025 terdapat kegiatan simpan pinjam yang dilakukan BUMDes. Menurutnya, dana yang diterima pada Agustus 2025 dipinjamkan kepada pihak yang membutuhkan modal.

“Pada saat itu saya menerima anggaran bulan Agustus. Karena saya bingung mau digunakan untuk apa dan kebetulan ada pengusaha yang butuh dana, jadi saya pinjamkan saja dan itu sudah selesai dikembalikan dengan labanya,” katanya.

Wahyu menyebut pengelolaan BUMDes juga telah melalui monitoring dan evaluasi (monev) dari sejumlah instansi dan dinilai berjalan sesuai prosedur.

“Sudah dilakukan monitoring dan evaluasi dari beberapa instansi, termasuk camat dan sekmat. Hasilnya dinilai baik karena sudah berjalan sesuai prosedur,” ucapnya.

Meski demikian, warga berharap pemerintah desa membuka informasi penggunaan anggaran secara lebih jelas, baik terkait dana desa maupun BUMDes. Warga juga meminta adanya perbaikan jalan sebagai kebutuhan mendesak masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, Wartacianjurnews.com telah berupaya menghubungi Kepala Desa Tanjungsari untuk meminta tanggapan terkait keluhan warga. Namun, pesan yang dikirim telah terkirim dan belum kunjung dibalas. (Ben)

Comment