Wartacianjurnews.com – Kondisi jalan rusak di wilayah selatan Kabupaten Cianjur kembali memakan korban ketidaknyamanan warga. Di Kampung Citiis, Sirnasari, dan Cimapag, Desa Neglasari, Kecamatan Agrabinta, warga yang sakit terpaksa ditandu menggunakan sarung untuk dibawa ke puskesmas lantaran akses jalan desa tidak bisa dilalui kendaraan.
Peristiwa ini menggambarkan betapa sulitnya mobilitas masyarakat di daerah tersebut. Jalan yang menjadi penghubung utama antarpermukiman itu sudah lama mengalami kerusakan berat. Saat musim hujan, jalan berubah menjadi lumpur dan licin, sementara di musim kemarau penuh bebatuan tajam dan berlubang.

Kepala Desa Neglasari, Nasihin, yang akrab disapa Geheng, membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan, ruas jalan sepanjang sekitar 5 kilometer itu merupakan jalur vital yang setiap hari dilalui warga dari Desa Neglasari, Mulyasari, dan Bunisari untuk beraktivitas, termasuk menuju fasilitas kesehatan dan sekolah.
“Jalan itu satu-satunya akses warga. Kalau ada yang sakit dan harus segera ke puskesmas, ya terpaksa ditandu. Mobil tidak bisa masuk karena jalannya rusak parah,” ujar Nasihin, Kamis (13/11/2025).
Ia menuturkan, keterbatasan anggaran desa menjadi kendala utama dalam memperbaiki infrastruktur tersebut. Dari total dana desa sekitar Rp800 juta per tahun, sebagian besar sudah terserap untuk program prioritas lain seperti BLT Dana Desa, operasional pemerintahan, dan penguatan Bumdes.
“Kami sudah berulang kali mengajukan perbaikan jalan ke tingkat kabupaten. Namun karena statusnya jalan desa, harus menunggu dukungan dari pemerintah kabupaten atau provinsi,” tambahnya.
Warga berharap perhatian serius dari pemerintah daerah agar akses jalan segera diperbaiki. Menurut mereka, jalan yang layak bukan hanya mempermudah kegiatan ekonomi, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kemanusiaan, terutama ketika warga membutuhkan pertolongan medis darurat. (dil)













Comment