Wartacianjurnews.com — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Ganjar Ramadhan, mengingatkan pengelola dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cianjur agar benar-benar memperhatikan standar operasional, terutama terkait infrastruktur dan kualitas makanan yang disajikan kepada siswa.
Ganjar mengatakan, dari ratusan dapur atau mitra MBG yang beroperasi di Kabupaten Cianjur, hingga saat ini belum ada laporan penghentian operasional dari pemerintah pusat.
“Dari beberapa ratus mitra atau dapur yang ada di Kabupaten Cianjur, alhamdulillah sampai saat ini belum ada temuan ataupun yang dihentikan dari pusat,” ujar Ganjar, kepada wartawan Jumat (13/3/2025)
Meski demikian, ia menilai program strategis nasional tersebut tetap harus mendapat pengawasan serius. DPRD, kata dia, memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan dan tidak menyimpang dari standar yang telah ditetapkan.
Menurut Ganjar, aspek yang perlu menjadi perhatian serius adalah kelayakan infrastruktur dapur, pengelolaan limbah, hingga kualitas makanan yang disajikan kepada para siswa penerima manfaat.
“Program MBG ini menyasar anak-anak kita, siswa-siswi kita. Karena itu infrastrukturnya harus benar-benar diperhatikan, termasuk kualitas makanan yang disajikan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan agar program yang digagas pemerintah pusat tersebut benar-benar memberikan manfaat maksimal.
“Mudah-mudahan ke depan bisa terus dievaluasi. Kalau ada yang kurang baik kita perbaiki supaya lebih baik lagi. Program ini sebenarnya sudah baik, tinggal bagaimana kita menyempurnakan pelaksanaannya sesuai tujuan Presiden Prabowo untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya.
Ganjar menambahkan, evaluasi menjadi penting karena pemerintah pusat diketahui telah menutup lebih dari seribu dapur MBG di sejumlah daerah akibat tidak memenuhi standar operasional.
“Dari pusat sendiri sudah ada penutupan lebih dari seribu dapur di Jawa Barat, Jawa Timur, termasuk daerah Sumatera. Ini harus menjadi perhatian kita semua,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan agar seluruh pengelola dapur MBG di Cianjur memastikan fasilitas pendukung seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL), kelayakan bangunan, hingga standar operasional prosedur (SOP) benar-benar dipenuhi.
“Dapur-dapur MBG harus memastikan infrastrukturnya, IPAL-nya, kemudian bangunannya minimal sesuai dengan SOP yang digunakan,” pungkasnya. (dil).













Comment