Travel Gelap Jadi Perhatian Serius di Cianjur Jelang Mudik Lebaran

Wartacianjurnews.com – Praktik travel gelap kembali menjadi perhatian serius di Kabupaten Cianjur menjelang musim mudik Lebaran. Kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Cianjur menilai keberadaan transportasi tak resmi tersebut perlu mendapat penanganan karena berkaitan dengan keselamatan penumpang serta ketertiban transportasi.

Kapolres Cianjur AKBP A. Alexander Yurikho Hadi menyatakan travel gelap tetap akan ditindak sesuai aturan yang berlaku. Namun, menurutnya penegakan hukum perlu dilakukan secara berimbang dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi.

“Travel gelap akan kami lakukan penegakan hukum tentu dengan berkeadilan. Karena kita juga patut bertanya kenapa masyarakat lebih cenderung memilih travel gelap,” ujar Alexander.

Ia menilai fenomena tersebut tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran aturan, tetapi juga menyangkut pelayanan transportasi kepada masyarakat. Oleh karena itu, menurutnya peningkatan kualitas layanan transportasi resmi juga perlu menjadi perhatian berbagai pihak.

“Pelayanan harus diutamakan, akan tetapi peraturan harus ditegakkan. Insyaallah kita akan seimbangkan,” katanya.

Pemkab Cianjur Dorong Penertiban dan Evaluasi Layanan Transportasi

Sementara itu, Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan keberadaan travel gelap hampir selalu muncul setiap musim mudik. Kondisi tersebut dinilai menjadi persoalan yang perlu disikapi bersama.

“Travel gelap ini menjadi kekhawatiran kita setiap tahun,” kata Wahyu.

Ia menjelaskan praktik travel gelap tidak hanya berkaitan dengan aspek perizinan, tetapi juga berpotensi memicu konflik di lapangan antara pengemudi transportasi resmi dengan pihak lain.

Pemerintah Kabupaten Cianjur, lanjut Wahyu, telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian serta Dinas Perhubungan untuk melakukan penertiban terhadap transportasi yang beroperasi tanpa izin resmi.

Selain itu, ia juga meminta para pengusaha transportasi resmi untuk melakukan evaluasi terhadap kualitas layanan agar masyarakat memiliki pilihan transportasi yang aman dan nyaman.

“Kami juga memohon kepada para pengusaha travel untuk melihat kenapa masyarakat lebih memilih travel gelap, bahkan dengan ongkos yang lebih tinggi,” ujarnya. (Ben)

Comment