Wartacianjurnews.com — Pengembangan energi panas bumi di Jawa Barat kembali menjadi sorotan setelah sejumlah proyek masuk daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Pemerintah menegaskan bahwa percepatan PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) dilakukan dengan standar konservasi ketat, terutama ketika kegiatan eksplorasi berada di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP).
Indonesia memiliki 40–50 persen potensi geothermal dunia. Jika dikelola optimal, kapasitas nasional diperkirakan mencapai 23.000–24.000 megawatt—setara kebutuhan listrik Pulau Jawa. Jawa Barat menjadi wilayah kunci karena kebutuhan energi tinggi dan konsentrasi industri terbesar di Indonesia.
Area Eksplorasi Sangat Terbatas
Balai Besar TNGP menegaskan bahwa aktivitas eksplorasi PLTP Cipanas hanya memanfaatkan sekitar 0,02 persen dari total luas taman nasional. Seluruh kegiatan berada di lahan eksisting, bukan hutan primer atau zona inti konservasi.
“Yang digunakan adalah lahan yang telah dimanfaatkan masyarakat sejak lama. Tidak ada pembukaan hutan primer. Prinsip konservasi tetap menjadi dasar dan masyarakat dilibatkan sebagai mitra,” ujar Kepala Balai Besar TNGP, Ir. Arief Mahmud, M.Si.
Proyek di Cipanas tersebut berada dalam Wilayah Kerja Panas Bumi berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No. 2778 K/30/MEM/2014.
Standar Teknis Ketat dan Pemantauan Berlapis
Kementerian ESDM memastikan bahwa setiap tahapan eksplorasi memenuhi standar keselamatan internasional. Sumur panas bumi menggunakan casing berlapis, sistem blowout preventer (BOP), pemantauan hidrologi hingga kajian geoteknik.
“Setiap tahapan harus melalui evaluasi risiko dan memenuhi standar konservasi,” kata Subkoordinator Penyiapan dan Evaluasi EBTKE, Andi Susmanto, S.T., M.Si.
Langkah Menuju Net Zero Emission
Staf Khusus Menteri ESDM, Pradana Indraputra, menilai PLTP merupakan langkah nyata menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060.
“Ini bukan sekadar visi, tetapi aksi konkret. PLTP menjadi milestone penting menuju kemandirian energi rendah karbon,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan proyek geothermal di Jawa Barat dapat direplikasi di wilayah lain sebagai bagian dari transisi energi bersih nasional.
Manfaat untuk Masyarakat
Pengembangan panas bumi diproyeksikan membuka lapangan kerja, meningkatkan kompetensi teknis lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi sekitar wilayah Cipanas. Pemerintah juga membuka ruang untuk masukan publik, akademisi, media, hingga lembaga independen dalam pengawasan proses pengembangan.
Upaya percepatan energi geothermal di Jawa Barat diarahkan untuk menciptakan masa depan energi yang bersih, adil, dan berkelanjutan tanpa mengabaikan perlindungan ekologis. (Ben)













Comment