Wartacianjurnews.com — VIC SPPG Cikahuripan 2, Bayu Prima Rinaldi, memberikan klarifikasi terkait keluhan sejumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak mendapatkan susu dalam paket makanan yang dibagikan kepada siswa PAUD.
Bayu menjelaskan, distribusi makanan yang dilakukan pada hari Kamis merupakan rapelan untuk tiga hari. Seluruh bahan baku, termasuk susu, kata dia, sebelumnya sudah dipersiapkan sesuai rekomendasi dari ahli gizi dan kepala dapur.
“Pada hari Rabu kami memang menyiapkan bahan baku untuk distribusi hari Kamis yang merupakan rapelan tiga hari. Semua bahan sudah disiapkan sesuai rekomendasi ahli gizi dan kepala dapur,” ujar Bayu, Jumat (13/3/2026)
Namun pada saat proses persiapan, ahli gizi yang biasanya melakukan pengecekan akhir tidak dapat hadir karena sakit. Persiapan kemudian ditangani oleh tim dapur yang terdiri dari kepala dapur, akunting, dan Aslap.
Bayu mengaku sempat melakukan pengecekan langsung ke lokasi dapur sekitar pukul 01.00 dini hari. Saat itu ia menemukan masih ada stok susu yang tersisa di gudang kering.
“Saya sempat mengecek ke gudang kering dan menemukan masih ada delapan karton susu, sekitar 343 kemasan. Saya sempat mempertanyakan kenapa masih ada sisa, dan dijelaskan bahwa itu kelebihan stok,” katanya.
Karena kondisi tim yang sudah kelelahan setelah proses persiapan panjang, Bayu mengakui tidak melakukan pengecekan ulang secara detail terhadap proses pengemasan menu yang akan didistribusikan.
Akibatnya, saat distribusi dilakukan keesokan paginya, susu yang seharusnya masuk ke dalam paket makanan untuk porsi kecil ternyata tidak ikut terkemas dan masih tersisa di gudang.
“Setelah ada keluhan dari penerima manfaat yang menanyakan susu, kami langsung melakukan pengecekan. Ternyata benar susu yang sudah kami siapkan tidak ikut terpacking. Jadi ini murni kesalahan kami,” ujarnya.
Bayu pun menyampaikan permohonan maaf kepada para penerima manfaat, khususnya siswa PAUD yang tidak mendapatkan susu dalam paket makanan tersebut.
Pihaknya juga berencana mengganti susu yang belum diterima dengan cara mengirimkannya secara rapel. Namun atas permintaan pihak PAUD, pengiriman susu akan dilakukan pada hari Senin bersamaan dengan distribusi berikutnya.
“Kami sudah meminta maaf dan berencana langsung mengirimkan susunya. Namun pihak PAUD meminta agar dikirim hari Senin saja karena saat itu siswa sudah pulang. Jadi nanti akan kami rapel dengan distribusi hari Senin,” katanya. (dil).














Comment