Wartacianjurnews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah mulai dirasakan dampaknya oleh para pedagang jajanan sekolah. Sejumlah pedagang mengeluhkan penurunan omzet karena siswa kini jarang jajan setelah mendapatkan menu MBG di sekolah.
Dadang (40), pedagang sosis bakar yang biasa mangkal di salah satu sekolah di wilayah Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, mengaku pendapatannya menurun sejak program MBG berjalan.
“Sekarang anak-anak jarang jajan, karena sudah kenyang dari makanan MBG. Biasanya ramai saat jam istirahat, sekarang sepi,” ujar Dadang, Selasa (5/01/2026)
Menurutnya, sebelum ada program MBG, ia bisa menghabiskan puluhan tusuk sosis setiap hari. Namun kini, dagangannya sering tersisa dan pendapatan harian menurun cukup signifikan.
Keluhan serupa juga disampaikan H Irwan, distributor frozen food di Kabupaten Cianjur. Ia menyebut, sejak program MBG diterapkan di sekolah-sekolah, permintaan frozen food dari pedagang kecil ikut terdampak.
“Kalau dihitung, omzet kami turun sekitar 30 persen. Biasanya pedagang jajanan sekolah ambil stok rutin, sekarang banyak yang mengurangi bahkan berhenti sementara,” kata H Irwan.
Meski mendukung tujuan program MBG untuk meningkatkan gizi anak sekolah, H Irwan berharap pemerintah juga memikirkan dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil yang selama ini menggantungkan hidup dari lingkungan sekolah.
“Kami mendukung program pemerintah, tapi alangkah baiknya ada solusi atau skema pemberdayaan UMKM supaya pedagang kecil tidak terdampak terlalu berat,” ujarnya.
Para pedagang berharap adanya evaluasi kebijakan atau alternatif yang bisa mengakomodasi keberlangsungan usaha mereka, tanpa mengurangi manfaat utama program MBG bagi siswa sekolah. (dil).













Comment