Wartacianjurnews.com – Isu Ojol Opang Kamtibmas kembali menjadi perhatian seiring masih adanya potensi gesekan di sejumlah zona operasional. Program Ojek Kamtibmas yang digelar Polres Cianjur di Lapang Upacara Polres Cianjur ini diharapkan menjadi penyeimbang di lapangan.
Program tersebut melibatkan perwakilan ojek online dan ojek pangkalan dalam deklarasi bersama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kegiatan dipimpin Kapolres Cianjur AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi.

Salah satu pengemudi ojek online yang akrab disapa Babeh Runai menyebut program tersebut membantu membangun kesepahaman antar pengemudi. Ia menilai komunikasi antar komunitas menjadi kunci menjaga situasi tetap kondusif.
“Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Ini jadi kesepakatan antara ojek online dan ojek pangkalan untuk bersama menjaga keamanan dan ketertiban di Cianjur,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengakui di beberapa zona tertentu masih terdapat pembatasan operasional bagi ojek online. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi memicu gesekan di lapangan.
“Di beberapa zona tertentu, ojol dilarang masuk. Kalau memaksakan masuk, kadang bisa terjadi keributan. Masing-masing bisa bawa massa, seperti mau berkelahi,” katanya.
Ia berharap pengaturan zona operasional dapat disepakati bersama agar potensi konflik dapat ditekan. Ia juga menekankan pengemudi pada dasarnya memiliki tujuan yang sama dalam bekerja.
“Kami semua di jalan sama-sama cari nafkah untuk keluarga. Yang penting kami semua bisa kerja dengan aman dan pulang ke rumah dengan selamat,” ujarnya.
Selain itu, ia menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada pengemudi ojek dalam kegiatan tersebut. “Kami berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Bantuan seperti beras, snack, dan uang bensin sangat membantu teman-teman ojol,” katanya. (Ben)













Comment