Polres Cianjur Dalami Perkelahian Gladiator, 10 Pelajar Diamankan

Wartacianjurnews.com — Satreskrim Polres Cianjur mengamankan 10 pelajar yang diduga terlibat dalam perkelahian gladiator antar pelajar, setelah video kejadian itu viral di media sosial, Kamis (22/1/2026). Penanganan kasus tersebut beralih dari Polsek ke Polres Cianjur.

Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Fajri Ameli Putra mengatakan, pengamanan dilakukan karena peristiwa tersebut sudah masuk proses hukum. Polisi juga menerima penyerahan penanganan dari pihak Polsek.

Teks: Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Fajri Ameli Putra jelaskan perkelahian gladiator antar pelajar yang membuat 10 pelajar diamankan.
Foto: Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Fajri Ameli Putra memberikan keterangan terkait perkelahian gladiator antar pelajar yang viral di media sosial.

“Peralihan penanganan dari Polsek ke kami memang sempat viral di media sosial, dengan judul Gladiator. Karena sudah berhadapan dengan hukum, kami mengamankan sebanyak 10 orang yang diduga terlibat dalam video tersebut,” kata Fajri.

Fajri menyebut, peristiwa itu diduga berawal dari komunikasi melalui pesan langsung (DM) di media sosial. Para pelajar kemudian membuat janji bertemu untuk melakukan duel.

“Kejadian ini sebenarnya diawali dari saling DM di media sosial, lalu janjian bertemu untuk duel. Tanpa jeda dan tanpa basa-basi, langsung terjadi perkelahian antara dua kelompok,” ujarnya.

Akibat perkelahian tersebut, satu pelajar mengalami luka dan masih menjalani perawatan. Polisi menyebut korban sempat mendapatkan penanganan medis di puskesmas.

“Akibat duel tersebut, ada satu korban yang mengalami luka cukup parah dan saat ini masih menjalani perawatan di puskesmas. Sesuai yang terlihat dalam video, berdasarkan informasi awal dari pihak medis, korban mengalami dugaan patah tulang pada bagian kaki,” ucap Fajri.

Polisi juga menyampaikan, pemicu awal peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan unggahan status di media sosial yang kemudian ditafsirkan pihak lain. Situasi tersebut berlanjut hingga terjadi pertemuan untuk duel.

“Sebelumnya tidak ada permasalahan serius, hanya berawal dari salah satu pihak yang memasang status, inisialnya ‘R’. Status itu ditafsirkan pihak lain sebagai singkatan dari ‘ribut’, kemudian memicu pihak lain mengirim DM, hingga akhirnya terjadi COD atau pertemuan untuk duel,” kata dia.

Fajri menambahkan, seluruh pihak yang diamankan masih berstatus pelajar SMP dan SMA. Polisi masih mendalami peran masing-masing pelajar yang terlibat.

“Dari hasil pemeriksaan identitas, seluruh yang diamankan masih berstatus pelajar, baik SMP maupun SMA, total 10 orang. Saat ini kami masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan peran masing-masing anak,” ujarnya.

Selain itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti terkait peristiwa tersebut. Barang bukti yang diamankan di antaranya telepon genggam dan kendaraan yang digunakan para pelajar menuju lokasi.

“Untuk barang bukti yang diamankan, ada dua unit handphone yang digunakan untuk merekam kejadian, satu handphone yang digunakan untuk komunikasi melalui DM, serta kendaraan yang digunakan para pelaku untuk datang ke lokasi,” kata Fajri. (Ben)

Comment