Perampok Ngaku Mabes TNI Ditangkap, Aksi Todong Senjata di Pataruman Cianjur Terungkap

Wartacianjurnews.com — Kasus perampok ngaku Mabes TNI yang sempat viral di media sosial akhirnya terungkap. Peristiwa tersebut terjadi di Perumahan Pataruman Regency, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, pada Senin, 16 Maret 2026.

Korban, Bram Franseska, menerima laporan dari penjaga rumahnya sekitar pukul 12.00 WIB terkait dua orang yang mengaku anggota Mabes TNI dan mendatangi rumahnya. Kedua pelaku diduga mendobrak pintu sambil membawa senjata api jenis pistol, lalu masuk dan mengacak isi rumah.

Menurut keterangan Ketua RW 011, Juwen, peristiwa tersebut diketahui berdasarkan laporan Ketua RT setempat. “Yang lebih tahu detailnya itu Pak RT. Mereka datang, minta diantar, lalu setelah sampai rumah, pintunya diketuk tapi tidak ada jawaban, akhirnya didobrak,” ujarnya.

Teks: Rumah korban perampokan di Pataruman Regency Cianjur didatangi pelaku yang mengaku Mabes TNI
Foto: Lokasi rumah di Perumahan Pataruman Regency, Cianjur, yang diduga menjadi sasaran aksi pelaku yang mengaku anggota Mabes TNI.

Ia juga membenarkan adanya dugaan penggunaan senjata api saat kejadian. “Kata Pak RT, beliau kaget karena saat pintu didobrak, ternyata ada yang memegang senjata. Pak RT sampai syok selama dua hari,” kata Juwen.

Selain itu, pelaku disebut sempat kembali ke lokasi pada malam harinya bersama beberapa orang lainnya dengan dalih mencari kendaraan mobil Pajero. Namun, kendaraan yang dimaksud tidak ditemukan di lokasi.

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Subdenpom III/I-1 Cianjur pada Kamis, 26 Maret 2026. Pihak Denpom mengarahkan pelaporan ke Polres Cianjur karena belum ada bukti bahwa pelaku merupakan anggota TNI.

Pada hari yang sama sekitar pukul 19.50 WIB, pelaku dilaporkan telah diamankan oleh personel Denpom Bogor dan saat ini sedang dalam pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan data identitas, pelaku diketahui bernama Danni Gunawan, warga Pekanbaru.

Pihak berwenang masih mendalami kasus tersebut, termasuk dugaan motif yang berkaitan dengan persoalan gadai kendaraan. Aparat juga menegaskan bahwa status pelaku bukan anggota TNI, guna menjaga kejelasan informasi di tengah masyarakat. (Ben)

Comment