Pentingnya Peranan Perempuan Dalam Menuju Keluarga Sehat

Wartacianjurnews.com – Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) yang digagas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Cianjur terus berlanjut.

Kali ini kegiatan Rakor membahas program tersebut menyasar Kecamatan Cibeber dan antusias diikuti Camat Cibeber Indra Sunggara dan sejumlah Kepala OPD yang ilaksanakan di Gedung Olahraga kantor Balai Desa Sukamanah Kecamatan Cibeber, Rabu (28/02/2024).

Asisten Daerah (Asda) 1 bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkab Cianjur Arief Puranawan yang memimpin Rapat Kordinasi (Rakor) program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) menyampaikan, betapa tingginya peranan wanita dalam kehidupan

Ia menambahkan, seorang ibu dapat melahirkan orang orang yang hebat menjadi pemimpin Bangsa.

“Program P2WKSS merupakan program lama dan sudang berkelanjutan sebagai salah satu faktor penunjang dan membantu program dari dinas dinas yang ada di pemkab cianjur,” kata Arief.

Seluruh OPD diharapkannya bisa berkomitmen membantu program P2WKSS dengan berkontribusi langsung dengan cara berkoordinasi dengan Pemerintah Desa khususnya lokus P2WKSS yang ditunjuk.

“Pada dasarnya semua OPD dalam melaksanakan kegiatan bermuara di desa, peran P2WKSS bagaimana mengakselerasi agar berkolaborasi sehingga apa yang dilakukan ada hasil yang maksimal,” paparnya.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) DPA3KB Kabupaten Cianjur Tanti Maryanti mengatakan, rakor yang dilaksanakan dalam rangka kolaborasi menyeluruh dalam menyukseskan P2WKSS.

“Program P2WKSS bukanlah tugas satu dinas saja, diperlukan kolaborasi seluruh dinas terkait, baik tingkat kabupaten, kecamatan, sampai ke tingkat desa,” ungkap Tantri.

Terkait ditunjuknya Desa Sukamanah sebagai lokus P2WKSS, Tantri menjelaskan, Desa sukamanah merupakan yang masuk pra syarat 3M.

“Di Desa Sukamanah khususnya ada dua kampung yang masih adanya kendala minim akses, yang keduanya miskin atau kumuh daerahnya dan yang ketiga masih banyak permasalahannya,” tutup dia.

Taufik Winata

Comment