Wartacianjurnews.com – Pedagang daging sapi di Kabupaten Cianjur mulai melakukan aksi mogok dagang sejak hari ini, Minggu (25/1/2026). Aksi tersebut rencananya akan berlangsung selama dua hari hingga Senin (26/1/2026).
Aksi mogok dagang ini dilakukan sebagai bentuk protes atas melonjaknya harga daging sapi yang dinilai sudah tidak terkendali dan memberatkan pedagang maupun masyarakat sebagai konsumen.
Para pedagang sepakat menghentikan sementara aktivitas jual beli karena khawatir daging yang mereka jual tidak akan laku. Pasalnya, harga jual di tingkat konsumen saat ini dinilai sudah berada di luar jangkauan daya beli masyarakat.
Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Induk Cianjur, Asep, mengatakan bahwa harga daging sapi di tingkat konsumen telah menembus angka Rp140.000 per kilogram sejak akhir bulan lalu.
“Sejak akhir bulan kemarin harga sudah naik terus sampai sekarang tembus Rp140 ribu per kilo. Kondisi ini sangat berat, bukan hanya buat pedagang tapi juga pembeli,” kata Asep, Minggu (25/1/2026).

Menurutnya, dengan harga setinggi itu, pembeli menjadi jauh berkurang. Bahkan, sebagian pedagang terpaksa menanggung kerugian karena daging tidak habis terjual.
“Kalau tetap jualan, risikonya besar. Daging tidak laku, modal tidak kembali. Makanya kami sepakat mogok dulu sambil menunggu ada solusi,” ujarnya.
Asep berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait segera turun tangan untuk menstabilkan harga daging sapi agar aktivitas perdagangan bisa kembali normal dan tidak terus merugikan pedagang serta masyarakat.
Aksi mogok dagang ini berdampak pada terbatasnya pasokan daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Cianjur. Masyarakat pun diimbau untuk memahami kondisi tersebut sambil menunggu adanya langkah konkret dari pemerintah terkait pengendalian harga pangan, khususnya daging sapi. (dil)













Comment