Wartacianjurnews.com – Sejumlah orang tua murid PAUD Analika di Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, mengeluhkan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada anak-anak. Keluhan tersebut muncul lantaran menu yang diterima dinilai tidak sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan serta tidak mencantumkan rincian harga satuan makanan per porsi sebagaimana aturan yang berlaku.
Mengacu pada ketentuan dari Badan Gizi Nasional (BGN), setiap kemasan MBG wajib disertai penjelasan Angka Kecukupan Gizi (AKG) serta rincian harga masing-masing makanan.
Dalam pedoman BGN disebutkan, setiap penerima manfaat MBG mendapatkan:
Porsi Kecil – Rp13.000 (TK/RA/KB, SD kelas 1–3, dan balita)
Bahan baku: Rp8.000
Operasional: Rp3.000
Insentif: Rp2.000
Porsi Besar – Rp15.000 (SD kelas 4–6, SMP, ibu hamil, dan ibu menyusui)
Bahan baku: Rp10.000
Operasional: Rp3.000
Insentif: Rp2.000
Patokan tersebut dapat menyesuaikan indeks kemahalan daerah dan bersifat at cost. Namun, orang tua murid menilai menu yang dibagikan tidak mencantumkan rincian harga per item sebagaimana mestinya.

Kepala PAUD Analika 1, Rosylawati, membenarkan adanya keluhan dari orang tua murid. Ia menyebutkan bahwa menu MBG untuk PAUD Analika 1 dipasok dari dapur SPPG Songgom 2 dan pembagian kali ini diperuntukkan untuk tiga hari sekaligus, yakni Senin, Selasa, dan Rabu.
“Memang ada beberapa orang tua yang menyampaikan keberatan terkait menu yang diterima,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (02/03/2026)
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Gekbrong yang juga pembina PAUD, Euis Ayu Trisna, mengatakan pihaknya telah menerima banyak aduan dari wali murid. Keluhan tersebut terutama menyangkut dugaan ketidaksesuaian antara menu yang dibagikan dengan anggaran yang telah ditetapkan.
Ia mengaku sempat mengajak pihak pengelola MBG untuk duduk bersama membahas persoalan ini agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada respons dari pihak pengelola.
“Kami ingin ada transparansi dan kejelasan, supaya masyarakat tidak bertanya-tanya,” tegasnya.
Para orang tua berharap ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai rincian anggaran dan komposisi menu yang diberikan kepada anak-anak, agar program MBG benar-benar berjalan sesuai tujuan awalnya, yakni meningkatkan gizi peserta didik secara optimal dan transparan. (dil)













Comment