Wartacianjurnews.com — Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Cianjur. Kali ini, puluhan siswa dari SDN Salakawung dan SMP Budi Luhur di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, harus dilarikan ke Puskesmas Cugenang setelah menyantap menu yang disediakan, Kamis (11/9).
Dari SDN Salakawung, sebanyak 15 siswa mengalami gejala keracunan, tiga di antaranya harus menjalani perawatan intensif. Sementara di SMP Budi Luhur, belasan siswa juga tumbang, satu murid dirawat serius.

Maharani, guru siswa SMP Budi Luhur mengatakan “Pas suapan pertama juga udah kecium masam, dipaksain sampai lima sendok langsung muntah,”.
MR (13), murid SMP Budi Luhur, mengaku mengalami pusing hebat usai menyantap nasi goreng, tahu goreng, telur mata sapi, tiga butir lengkeng, dan satu susu mineral yang disediakan.
“Abis makan pusing, terus muntah pak,” kata MR dengan wajah pucat.
Selain dugaan makanan basi, tempat makan berbahan stainless yang digunakan siswa juga disebut-sebut berbau aneh dan amis. “Sepertinya nyucinya kurang bersih,” tambah guru tersebut.
Semua korban kini ditangani di Puskesmas Cugenang, Jalan Cariu No.1, Desa Mangunkerta. Kejadian ini semakin memperpanjang daftar hitam kasus keracunan massal dari program MBG yang digadang-gadang pemerintah Kabupaten Cianjur sebagai penunjang gizi siswa. (Ben)













Comment