Wartacianjurnews.com Cianjur – Dinding rumah milik Sri Heryana (68) warga Kampung Songgom RT.02/02 Desa Cipetir Kecamatan Cibeber roboh, akibat hujan disertai angin kencang.

Robohnya dinding akibat adanya retakan dampak gempa bermagnitudo 5,6 yang melanda di sejumlah wilayah di kabupaten Cianjur Nopember 2022 silam.
Menurut pengakuan nenek Sri, sejauh ini belum ada perhatian dari pihak manapun.
“Waktu gempa rumah saya retak, namun tidak dapat bantuan dari pemerintah seperti yang lainnya,” kata Sri kepada Wartacianjurnews.com, Rabu (20/12/2023).
Nah sekitar sebulan lalu, Lanjut Sri, ada hujan angin hingga dinding yang retak menjadi roboh.
“Untungnya dinding roboh ke sebelah luar rumah, kalau ke sebelah dalam rumah, saya pasti tertimpa tembok,” ujarnya.
Hasil pantauan di lokasi, kondisi rumah nenek Sri sangat menghawatirkan, kayu penyangga atap rumah terlihat rapuh akibat terkena air hujan dan terancam roboh, dinding bagian atas rumah menganga tanpa penutup.
“Sejak suami meninggal tahun 2010 silam, tidak ada yang bantu betulin genteng yang bocor, ataupun tembok yg rusak, sekarang saya hanya menggantungkan hidup dari ke empat anak saya,” kata Sri.
Sementara itu, menurut Sofi (62) tetangga Sri mengatakan, rumah milik nenek Sri lebih tua dari rumahnya.
“Itu rumah memang sudah sangat tua, rumah saya aja sudah tiga puluh tahun lebih, nah sebelum rumah saya dibangun rumah ibu sri sudah ada,” ujarnya. Taufik winata













Comment