Wartacianjurnews.com- Ketua DPRD Cianjur Metty Triantika menanggapi informasi maraknya peredaran obat-obatan terlarang.

Sebelumnya, Gerakan Nasional Antinarkotika (Granat) Kabupaten Cianjur sudah melakukan investigasi langsung di lapangan. Hasilnya obat-obatan terlarang itu dijual di kios-kios yang berkedok jualan kopi atau warung nasi. Paling banyak peredarannya jenis Tramadol dan Hexymer.
Metty mengaku, sangat prihatin atas peredaran obat-obatan terlarang yang dinilai dapat menjadi penyebab hancurnya masa depan bangsa.
“Kami sangat prihatin dengan informasi masih maraknya peredaran obat-obatan terlarang di lingkungan masyarakat,” tutur Metty, Senin 9 Februari 2026.
Menindaklanjuti informasi tersebut, DPRD Cianjur akan selalu berkoordinasi dengan lembaga-lembaga terkait seperti kepolisian dan BNN Kabupaten Cianjur mendorong dilakukan penindakan.
“Kami minta kewaspadaan dan tidak akan segan untuk menindak tegas segala bentuk peredaran obat-obatan terlarang di masyarakat,” kata dia.
Selain dilakukan penindakan, DPRD Cianjur juga mendorong upaya pencegahan atau preventif bahaya pengunaan obat-obatan terlarang dengan gencar sosialisasi ke masyarakat dan lembaga pendidikan.
“Kami akan melakukan upaya-upaya preventif dengan bekerjasama dan bersinergi kepolisian dan BNNK serta sekolah dan lembaga di sekitar lingkungan,” pungkasnya. (NRS)













Comment