Wartacianjurnews.com – Karang Taruna Kabupaten Cianjur mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melakukan adaptasi usaha selama Ramadan agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa melanggar aturan yang berlaku.
Ketua Bidang UMKM Karang Taruna Cianjur, Padila, menyampaikan pelaku usaha harus mampu menyesuaikan model bisnis selama Ramadan.
“Prinsipnya, UMKM harus tetap hidup tanpa mengganggu kekhusyukan Ramadan. Usaha bisa beradaptasi, bukan berhenti total,” ujarnya.
Menurutnya, pelaku usaha kafe, restoran, dan tempat hiburan dapat melakukan alih usaha sementara selama Ramadan, seperti beralih ke kuliner takjil dan sahur, penjualan minuman non-alkohol, serta memanfaatkan penjualan digital melalui online shop, pre-order Lebaran, dan live selling produk.
Karang Taruna Siap Fasilitasi Kolaborasi Antar UMKM
Padila menambahkan, Karang Taruna khususnya bidang UMKM siap membuka ruang kolaborasi antar pelaku usaha UMKM di Kabupaten Cianjur.
“Kami siap menerima kolaborasi antar pelaku UMKM, mulai dari berbagi ide usaha, pengembangan ide bisnis baru, modifikasi model bisnis, hingga penguatan strategi pemasaran bersama,” katanya.
Menurutnya, kolaborasi menjadi langkah penting agar pelaku usaha tidak berjalan sendiri menghadapi tantangan selama Ramadan.
Ia menilai sinergi antar pelaku UMKM dapat mempercepat adaptasi usaha serta membuka peluang pasar baru selama momentum Ramadan dan menjelang Lebaran.
Momentum Perkuat Usaha dan Aktivitas Sosial
Selain fokus pada adaptasi usaha, masa pembatasan operasional selama Ramadan juga dinilai dapat dimanfaatkan untuk penguatan internal usaha.
“Pelaku usaha bisa fokus pada pelatihan karyawan, perbaikan tempat usaha, hingga rebranding konsep usaha agar lebih ramah keluarga dan edukatif,” katanya.
Ia juga mendorong pelaku usaha mengembangkan kegiatan sosial, seperti buka puasa bersama, santunan anak yatim, diskusi UMKM, hingga pameran produk lokal selama Ramadan.
Karang Taruna juga mendorong pelaku UMKM memperkuat kolaborasi usaha melalui pembukaan pasar Ramadan bersama, kolaborasi promosi usaha, hingga pengembangan sistem reseller antar pelaku usaha.
Padila menilai kerja sama antar pelaku UMKM dapat memperkuat daya tahan ekonomi pelaku usaha selama Ramadan. (Ben)













Comment