Wartacianjurnews.com – Jembatan Cikananga di Kedusunan Loajajar, Desa Muaracikadu, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, menjadi sorotan setelah akses mobil disebut belum lancar meski proyek pembangunan telah dianggarkan Rp343 juta.
Seorang warga yang meminta identitasnya disamarkan menyebutkan, kendaraan roda empat belum dapat melintas secara langsung menuju permukiman, sehingga kondisi tersebut berdampak pada situasi darurat.
“Ambulans hanya sampai di situ saja, tidak bisa masuk. Akhirnya harus dilanjut dengan digotong oleh warga,” ujarnya.

Ia menuturkan, kondisi tersebut terjadi saat keluarganya mengalami musibah, sehingga jenazah harus dibawa secara manual melewati jalur jembatan yang belum tersambung sempurna.
“Karena jembatan belum bisa dilalui, terpaksa warga yang membantu menggotong,” katanya.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pembangunan jembatan tersebut memiliki panjang 10 meter dan lebar 3 meter, dengan anggaran Rp343 juta yang bersumber dari Dana Desa tahap II tahun 2025.
Sementara itu, Kepala Desa Muaracikadu, Omen, menjelaskan bahwa pekerjaan jembatan telah diselesaikan sesuai dengan perencanaan tahun 2025, sedangkan akses jalan menuju jembatan akan dilanjutkan pada tahun 2026.
“Kalau jembatan sesuai dengan RAB dan gambar itu telah selesai 2025 kemarin. Hanya jalan menuju jembatan itu belum, karena itu akan dikerjakan tahun 2026,” ujarnya.

Ia menambahkan, kendaraan roda dua masih dapat melintas, sedangkan kendaraan roda empat harus melalui jalur alternatif.
“Kalau motor mah aman, masih bisa lewat. Mobil bisa, tapi harus memutar,” ucapnya.
Warga berharap pembangunan akses menuju jembatan dapat segera diselesaikan agar mobilitas masyarakat kembali normal dan kejadian serupa tidak terulang. (Ben)














Comment