Wartacianjurnews.com – Aktivitas galian tanah Bobojong di Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, memicu keluhan warga setelah menyebabkan kondisi jalan menjadi licin dan rawan kecelakaan.
Setiap hari, truk pengangkut tanah melintas di jalan kabupaten. Muatan yang tidak tertutup sempurna mengakibatkan tanah berceceran di badan jalan, terutama saat hujan sehingga permukaan menjadi licin.
Farhan (24), warga Tungguturunan yang sering melintasi jalur tersebut, mengaku sempat mengalami kejadian berbahaya. Ia mengatakan kondisi jalan berubah drastis sejak aktivitas galian berlangsung.

“Truk besar lewat terus, tanahnya jatuh ke jalan. Kalau hujan jadi licin banget, ini sudah membahayakan,” ujarnya.
Menurut Farhan, jalan tersebut tidak dirancang untuk dilintasi kendaraan bertonase besar secara intensif. Ia berharap ada penanganan cepat agar tidak menimbulkan kecelakaan lanjutan.
Camat Mande, H. Epi Rusmana, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan pengerukan sekaligus perbaikan lapangan sepak bola milik Pemerintah Desa Bobojong. Ia menyebut pihak kecamatan sebelumnya telah memberikan arahan terkait pelaksanaan kegiatan.
“Sebelum pelaksanaan, saya sudah mengingatkan agar menjaga keamanan, ketertiban, dan berkoordinasi dengan dinas terkait,” kata Epi.
Ia menambahkan, setelah adanya laporan tanah berceceran di jalan, pihaknya langsung memanggil kepala desa dan pelaksana kegiatan. Pembersihan jalan kemudian dilakukan bersama Forkopimcam, Damkar, dan pemerintah desa.
“Atas kejadian itu, kami langsung minta dilakukan pembersihan dan kegiatan dihentikan sementara sambil berkoordinasi dengan instansi berwenang,” ujarnya.
Saat ini, aktivitas pengerukan tanah dihentikan sementara hingga proses koordinasi dengan dinas terkait dilakukan. Pemerintah setempat juga meminta pelaksana kegiatan memastikan keselamatan pengguna jalan sebelum aktivitas dilanjutkan. (Ben)














Comment