Wartacianjurnews.com – Hasil Lab MBG Cikalongkulon menunjukkan adanya bakteri pada sampel makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur menyampaikan hasil tersebut setelah menerima laporan resmi dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa Barat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Cianjur, Javed Sumawe Matapitung, mengatakan hasil uji laboratorium telah keluar dan menjadi dasar tindak lanjut. “Dari hasil pemeriksaan laboratorium provinsi, sampel makanan menunjukkan adanya bakteriologi. Tidak ditemukan unsur kimiawi, sehingga untuk unsur kimia dinyatakan aman,” ujarnya.

Menurut Javed, pemeriksaan dilakukan terhadap sampel makanan dari dapur SPPG yang sebelumnya didistribusikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Temuan tersebut berkaitan dengan laporan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa pada 27 Januari 2026.
Dinkes Cianjur telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap bahan baku, proses pengolahan, serta kondisi sanitasi dapur. “Kami mengambil sampel makanan, memeriksa kondisi dapur, dan mewawancarai petugas. Seluruh data kami kompilasi untuk menjadi dasar rekomendasi,” katanya.
Ia menegaskan, ketiga dapur yang diperiksa sebelumnya telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). “Keracunan makanan memiliki banyak faktor. Sertifikat bukan jaminan mutlak, sehingga pengawasan tetap harus diperketat,” ujar Javed.
Hasil laboratorium dan investigasi lapangan, lanjutnya, akan disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pihak yang memiliki kewenangan kebijakan lanjutan. Saat ini operasional dapur yang diperiksa dihentikan sementara menunggu keputusan lebih lanjut. (Ben)













Comment