Harga Lebih Menggiurkan, Petani Cianjur Taruh Harapan pada Padi Jepang

Wartacianjurnews.com — Varietas padi asal Jepang mulai diuji coba di Kabupaten Cianjur. Seorang pengelola lahan, Nurdin, berinisiatif menanam padi jenis Nerica di Kampung Legok, Desa Mekarjaya, Kecamatan Sukaluyu. Uji coba penanaman perdana ini dilakukan di atas lahan seluas sribu meter dan baru berjalan sekitar satu minggu.

Nurdin mengaku membeli benih ini secara mandiri karena tertarik mencoba varietas baru yang diklaim memiliki produktivitas tinggi dan harga jual lebih menggiurkan. “Kalau hasilnya bagus, padi ini bisa dijual ke restoran Jepang di Indonesia, bahkan berpotensi diekspor ke Jepang,” ungkap Nurdin saat ditemui, Senin (15/9/2025).

Tanam perdana padi varietas Jepang jenis Nerica di Sukaluyu, Cianjur.
Foto: Camat Sukaluyu Zaenal Mutakin bersama pengelola lahan Nurdin dan sejumlah pihak lainnya melakukan tanam perdana padi varietas Jepang jenis Nerica di Kampung Legok, Desa Mekarjaya, Kecamatan Sukaluyu, Cianjur, Senin (15/9/2025).

Menurut Nurdin, padi Jepang ini memiliki perbedaan mencolok dibanding varietas lokal. Selain lebih tinggi, bulir padinya tidak mudah rontok dan proses panennya harus menggunakan mesin. Dari segi beras, teksturnya lebih lengket seperti ketan, sehingga cocok untuk olahan makanan Jepang, termasuk sushi.

Sementara itu, Camat Sukaluyu, Zaenal Mutakin, menyambut positif langkah warganya yang berani melakukan inovasi. “Ini menjadi langkah awal yang baik. Kalau berhasil, tentu akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani, sekaligus membuka peluang pasar internasional,” kata Zaenal.

Dari informasi yang dihimpun, masa tanam varietas padi Jepang ini sama dengan padi lokal, sekitar 3–4 bulan, dengan potensi produktivitas 10–12 ton per hektar. Namun, hasil di Sukaluyu masih menunggu perkembangan uji coba yang sedang berlangsung. (Ben)

Comment