Wartacianjurnews.com – Harga buah naik menjelang Ramadan di mayoritas pasar Cianjur. Kenaikan terjadi pada sejumlah komoditas buah dan mengikuti penyesuaian harga dari rantai distribusi pemasok ke pedagang.
Kenaikan harga buah terjadi pada beberapa jenis komoditas seperti kelapa muda, jeruk, alpukat, dan buah naga. Pedagang menyebut kenaikan harga terjadi bertahap dalam beberapa waktu terakhir.
Pedagang kelapa muda dan buah segar, Abah Memey, yang berjualan di Jalan Siti Jenab, Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, mengatakan kenaikan harga berasal dari pemasok sehingga pedagang menyesuaikan harga jual.
“Kelapa biasa jual Rp10.000 sekarang Rp12.000. Emang naik dari sana, iya betul dari sananya. Saya naik per satunya Rp1.000,” kata Abah Memey saat ditemui, Minggu (15/2/2026).
Ia menyebut kenaikan juga terjadi pada jenis buah lain yang dijual pedagang pasar. Kondisi tersebut membuat pedagang harus menyesuaikan harga agar menutup biaya pembelian.
“Semacam buah naga, alpukat, jeruk itu pada naik semua. Jeruk jadi Rp18.000, alpukat biasa Rp14.000 jadi Rp28.000. Buah naga biasanya beli Rp12.000 jadi Rp16.000,” ujarnya.
Abah Memey memperkirakan kenaikan harga buah berada di kisaran 15 hingga 20 persen. Ia berharap harga dapat kembali stabil saat memasuki bulan Ramadan, seiring meningkatnya aktivitas perdagangan musiman.
Ia juga menyebut omzet penjualan saat ini belum setinggi tahun-tahun sebelumnya. Namun aktivitas jual beli buah menjelang Ramadan tetap berlangsung di pasar tradisional. (Ben)













Comment