Fenomena Misterius di Cijedil: Lantai Rumah Panas dan Berbau Gas, Penghuni Mengungsi

Wartacianjurnews.com — Warga Kampung Cijedil, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, dibuat resah oleh fenomena janggal berupa bau gas menyengat dan hawa panas ekstrem yang muncul dari lantai salah satu rumah warga sejak tiga hari terakhir. Pemilik rumah, M Sadad (46), terpaksa mengungsi bersama keluarganya karena suhu lantai bahkan mencapai 50 derajat Celsius.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur telah meninjau lokasi dan kini menunggu hasil pemeriksaan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memastikan penyebab yang diduga terkait aktivitas geologi bawah tanah.

Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, mengatakan langkah evakuasi dilakukan demi keselamatan penghuni.

“Pemilik beserta keluarganya sudah mengungsi ke rumah saudaranya. Kami menunggu kepastian dari PVMBG yang sudah kita layangkan surat untuk pemeriksaan,” ujarnya, Selasa.

Asep menegaskan fenomena ini hanya terjadi di satu rumah, namun intensitas bau gas dan hawa panas cukup kuat dan membahayakan.

“Saat ini kami belum bisa memastikan penyebabnya. Harapan kami pemeriksaan segera dilakukan agar langkah mitigasi bisa ditentukan,” katanya.

Suara Dentuman, Bau Keramik Terbakar, dan Getaran Seperti Gempa

Pemilik rumah, Sadad, mengaku fenomena itu diawali tiga suara dentuman kecil sebelum lantai menjadi sangat panas. “Hawa panas menyengat ke tubuh, terutama wajah, saat berada di teras,” katanya.

Teks: Sejumlah awak media dan warga berdiri di depan pintu rumah di Cijedil yang dilaporkan mengeluarkan bau gas dan panas tidak wajar.
Foto: Awak media bersama warga setempat tengah memantau kondisi rumah di Kampung Cijedil, Cugenang, yang mengeluarkan bau gas menyengat dan hawa panas dari lantai.

Sadad mengukur suhu lantai dengan alat sederhana dan menemukan angkanya mencapai 50 derajat. Bau menyengat yang tercium juga bukan berasal dari tabung gas elpiji maupun instalasi listrik, setelah keduanya dipastikan aman.

Tetangga dekat, Juli Kusmawadi, mengaku merasakan getaran singkat selama dua menit, disertai suara atap yang bergetar seperti gempa.

“Panas sekali waktu itu, anak-anak panik keluar semua. Setelah ada getaran, panasnya agak berkurang. Sudah dua hari ini tidak ada getaran lagi,” ujarnya.

Menunggu Penjelasan PVMBG

Warga sekitar kini ikut waswas meski rumah lain tidak mengalami hal serupa. Sadad berharap kepastian dari tim geologi segera keluar, mengingat rumahnya terus memancarkan hawa panas dan bau gas semakin menyengat.

“Harapan saya segera dipastikan penyebabnya agar kami tidak lagi mengungsi. Setiap pulang ke rumah panasnya makin tinggi,” katanya.

BPBD menilai kemungkinan fenomena ini terkait panas bumi, aktivitas geologi terlokalisir, atau kebocoran gas bawah tanah. Pemeriksaan PVMBG menjadi penentu langkah lanjutan mitigasi. (Ben)

Comment