Wartacianjurnews.com – Pasca Gempa Bumi yang terjadi Setahun lalu di Kabupaten Cianjur, masih banyak warga yang bertahan di tenda pengungsian, salah satunya
Heri Sunardi (36), warga Kampung Marilit, RT 03/04, Desa Talaga, Kecamatan Cugenang.
Bukan tanpa alasan Heri Sunardi, beserta keluarga bertahan di tenda, karena rumahnya hancur, dan terpaksa diratakan dengan tanah. Pekerjaannya sebagai buruh pabrik, tak otomatis bergelimang uang, Heri harus pontang panting untuk sekedar mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Sehingga terpaksa masih bertahan di tenda lantaran, uang yang didapat tidak mencukupi untuk sewa rumah.
“Sebelum terjadinya musibah besar yaitu bencana gempa bumi kehidupan saya, dan keluarga sangat baik. Tidak ada yang harus di khawatirkan, tetapi setelah kejadian itu, kondisi kami sangat buruk, rumah kami hancur sebagian tapi terpaksa harus di ratakan karena tidak layak lagi, untuk kami tempati,” kata Heri Sunardi, saat ditemui di tenda pengungsian Kamis (28/3/2024).
Heri, mengatakan, karena keadaan ekonomi yang terpuruk, terpaksa Heri beserta istrinya Pipih Sopiah (24), harus membangun tenda dari terpal, untuk tempat tinggal.
“Ekonomi pun sempat terhenti beberapa saat, dan terpaksa kami mendirikan tenda yang terbuat dari terpal, untuk hunian sementara saya beserta isteri, dan anak masih berumur 40 hari, terpaksa harus tinggal di tenda,”ungkap Heri.
Menurut Heri tinggal di tenda tidak ada mendingnya, ketika hujan deras tenda kebanjiran. Mau tidak mau ia terpaksa harus menjalaninya.
“Mau kemana lagi, saya tidak punya uang untuk mencari hunian sementara. Bisa dibayangkan bagaimana anak saya kedinginannya waktu malam hari begitupun saat siang hari kita kepanasan. Lebih parah saat ada angin besar tenda kita beterbangan,” ujar Heri
Heri sangat mengharapkan, datangnya bantuan dari pemerintah, agar rumah miliknya dapat segera diperbaiki.
“Mau bagaimana lagi paling nunggu bantuan dari Pemerintah agar rumahnya segera diperbaiki. Apalagi menjelang Idul Fitri saya ingin sekali tinggal dirumah yang layak kasian anak saya yang masih balita” Ujarnya.
Selama ini masih kata Heri, pengontrolan dari Pemerintah setempat sudah sering dilakukan namun belum ada realisasinya. Bantuan untuk hunian sementara pun selama satu tahun lebih belum pernah ia terima.
“Memang awal- awal kejadian bantuan banyak, tetapi sekarang belum ada bantuan apapun. Padahal saya sangat mengharapkan bantuan terutama untuk anak saya, yang masih balita perlu popok dan susu setiap minggunya,” pungkasnya.
Sekdes Desa Talaga Hikmat, mengatakan, masih banyak warga Desa Telaga yang belum mendapatkan bantuan perbaikan rumah maupun bantuan dana tunggu hunian.
“Dari jumlah total 34 warga Desa Talaga yang belum mendapatkan bantuan dana tunggu hunian ada 21 warga, 13 warga sudah melaksanakan pencairan,” kata melalui pesan singkat Hikmat
Hikmat mengatakan, pihaknya telah melayangkan ajuan dana tunggu hunian, untuk warga yang masih tinggal di tenda.
“Semua telah kami ajukan, namun yang terealisasi baru beberapa, dan terus diajukan lagi, sampai sekarang belum ada pencairan lagi. Sebagian masuk SK 4, paling hanya beberapa warga saja, yang masih tinggal di tenda, sisanya ikut numpang tinggal di rumah saudaranya,”Tegas Hikmat.
Yani














Comment