Wartacianjurnews.com – Dugaan praktik setoran uang parkir mencuat di area parkir jajanan sekitar Gereja Katolik Paroki St. Petrus dan Sekolah Mardi Yuana, Kabupaten Cianjur, Rabu (7/1/2026).
Informasi tersebut diperoleh dari pengakuan seorang juru parkir yang sehari-hari bertugas di lokasi tersebut. Ia menyebutkan bahwa pendapatan parkir harian yang diperolehnya relatif kecil dan tidak sepenuhnya dinikmati sendiri karena adanya pembagian setoran.

“Biasanya sehari dapet 60 ribu aja pak, kadang 50 ribu, kalau rame banget bisa sampe 70 ribu,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Ketika ditanya soal potensi pendapatan yang lebih besar, juru parkir tersebut membantah.
“Ah nggak pak, boro-boro segitu. Di sini banyak setorannya,” katanya.
Ia kemudian mengungkapkan adanya dugaan pembagian uang parkir kepada sejumlah pihak.
“Kalau misal pendapatan total dari 100% teh, 20% ke oknum anggota, oknum anggota Dishub kebagian 20%, kebersihan 10% belum preman suka minta pak. Kita mah sisanya aja,” tuturnya.
Area parkir tersebut diketahui berada di kawasan jajanan yang ramai dikunjungi masyarakat, khususnya pada jam-jam tertentu. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak anggota yang terlibat maupun Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur terkait pengakuan juru parkir tersebut.
Wartacianjurnews.com akan terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait untuk memperoleh kejelasan dan keseimbangan informasi. (Ben)














Comment