Wartacianjurnews.com — Dugaan Keracunan MBG Cianjur tercatat terjadi di tiga wilayah, yakni Kecamatan Cikalongkulon, Kadupandak, dan Sukanagara, pada Selasa (27/1/2026). Pemerintah Kabupaten Cianjur menyatakan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
Bupati Cianjur dr. Wahyu Sukanagara mengatakan, hingga saat ini sejumlah pasien masih menjalani penanganan oleh tenaga kesehatan. Pemeriksaan dilakukan terhadap muntahan pasien serta sampel makanan yang dikonsumsi.

“Di sini ada beberapa pasien yang diduga mengalami keracunan. Kami akan melakukan pemeriksaan terhadap muntahan pasien serta sampel makanan,” ujar Wahyu.
Ia menjelaskan, pemeriksaan tersebut dilakukan karena jenis makanan yang dikonsumsi para pasien tidak sepenuhnya sama. “Konsumsi makanan yang dilaporkan bervariasi, ada yang hanya mengonsumsi satu jenis makanan, ada pula yang mengonsumsi makanan lain,” katanya.
Berdasarkan laporan para camat, total warga yang dilaporkan mengalami gejala mencapai sekitar 204 orang. Namun secara umum, kondisi pasien dilaporkan berangsur membaik, dan sebagian sudah dipulangkan dari fasilitas kesehatan.
“Laporan terakhir, terdapat sekitar 12 pasien di Kecamatan Kadupandak dan dua pasien di Kecamatan Sukanagara yang masih dalam pemantauan,” kata Wahyu.
Di Kecamatan Cikalongkulon, data terakhir hingga pukul 21.00 WIB mencatat 202 orang ditangani di Puskesmas Cijagang dan 23 orang di Puskesmas Cikalongkulon. Dari jumlah tersebut, tujuh pasien dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, di Desa Wargasari, Kecamatan Kadupandak, tercatat 20 siswa SD mengalami gejala setelah menyantap makanan MBG. Dua siswa dirujuk ke RSUD Pagelaran, sedangkan 18 siswa lainnya dirawat di Puskesmas Kadupandak.
Adapun di Kecamatan Sukanagara, dua siswa kelas 5 SDN Sukarame berinisial D.A. dan S. dirawat di Puskesmas Sukanagara setelah mengeluh mual dan pusing. Sampel makanan dari sekolah tersebut telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi untuk pemeriksaan.
Hingga laporan terakhir, tercatat empat pasien dirujuk ke rumah sakit di sejumlah lokasi. “Kasus terberat yang ditemukan adalah dehidrasi. Pasien rujukan sudah mendapatkan penanganan, dan kondisinya membaik,” ujar Wahyu.
Pemerintah Kabupaten Cianjur menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG dan PPG di daerah. “Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya. (Ben)













Comment