Wartacianjurnews.com — Persoalan kemiskinan di Kabupaten Cianjur kembali menjadi sorotan dalam diskusi publik yang menghadirkan unsur pemerintah daerah, legislatif, organisasi masyarakat, mahasiswa, dan media.
Diskusi tersebut menghadirkan narasumber Sekretaris Baperinda Lena, Anggota DPR Hendi, serta Koordinator AMAR Adi Otong. Kegiatan juga dihadiri perwakilan mahasiswa PMII, Aliansi Masyarakat Sukamaju, dan sejumlah awak media.
Dalam pemaparannya, Lena menyebut kemiskinan di Cianjur tidak bisa dipandang semata sebagai persoalan individu, melainkan berkaitan dengan berbagai faktor struktural seperti kebijakan pembangunan, ketimpangan ekonomi, serta keterbatasan akses masyarakat terhadap sumber daya.
Sementara itu, Hendi menyoroti masih terbatasnya akses masyarakat terhadap pekerjaan layak, rendahnya pendapatan sektor informal, serta lemahnya perlindungan sosial bagi kelompok rentan. Menurutnya, banyak masyarakat pedesaan masih bergantung pada sektor informal dengan penghasilan yang tidak menentu.
Koordinator AMAR, Adi Otong, menambahkan bahwa keterbatasan kesempatan kerja bagi generasi muda juga menjadi faktor penting yang memperkuat kemiskinan. Banyak anak muda dengan pendidikan terbatas akhirnya bekerja di sektor informal atau merantau tanpa kepastian kesejahteraan.
Para peserta diskusi sepakat bahwa penanganan kemiskinan tidak cukup hanya melalui bantuan sosial jangka pendek. Diperlukan kebijakan yang lebih komprehensif melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan ekonomi lokal, perlindungan bagi petani dan pekerja kecil, serta peningkatan akses pendidikan dan layanan kesehatan.
Diskusi ini diharapkan dapat mendorong lahirnya kebijakan pembangunan di Cianjur yang lebih berpihak kepada masyarakat kecil serta mampu memutus rantai kemiskinan yang masih terjadi. (dil)













Comment