Dinkes Cianjur Tegaskan Superflu Bukan Virus Baru, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Wartacianjurnews.com — Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur memastikan istilah superflu yang belakangan ramai diperbincangkan publik bukan merupakan penyakit baru maupun virus baru. Istilah tersebut merujuk pada peningkatan penularan influenza musiman, khususnya varian influenza A(H3N2) subclade K, yang saat ini sedang dipantau secara nasional dan global.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, I Made Setiawan, menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Cianjur, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Cianjur, Senin (12/1/2026).

Menurut I Made, hingga saat ini belum ada rilis resmi dari pemerintah pusat yang menyatakan adanya temuan virus baru terkait istilah superflu.

Teks: Kepala Dinas Kesehatan Cianjur I Made Setiawan menjelaskan isu superflu kepada wartawan di Kantor Dinkes Cianjur.
Foto: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, I Made Setiawan, memberikan keterangan kepada wartawan terkait isu superflu di Kantor Dinas Kesehatan Cianjur, Senin (12/1/2026).

“Kalau kita lihat rilis dari kementerian, belum ada rilis resmi apakah ditemukan varian baru. Ini masih varian yang memang sudah ada sebelumnya, tetapi tentu menjadi kewaspadaan kita bersama,” ujar I Made.

Ia menjelaskan, varian yang disebut sebagai superflu masih termasuk dalam keluarga virus influenza A(H3N2) yang selama ini telah dipantau melalui sistem surveilans global, termasuk oleh World Health Organization.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, temuan influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia pertama kali terdeteksi pada Agustus 2025 melalui sistem surveilans ILI-SARI dan Whole Genome Sequencing (WGS). Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah tertinggi berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

I Made menegaskan, di Kabupaten Cianjur sendiri belum ada kasus yang terkonfirmasi sebagai varian baru melalui pemeriksaan sekuensing genom.

“Di Cianjur yang terdeteksi masih sebagai flu biasa. Untuk memastikan apakah ini varian baru atau bukan, itu harus melalui sekuensing genom dan penentuannya dari pusat,” katanya.

Ia menambahkan, sejauh ini tidak terdapat lonjakan signifikan kasus influenza di Cianjur.

“Kalau peningkatan, sebenarnya masih sama saja, tidak ada peningkatan khusus untuk influenza,” ucapnya.

Meski demikian, Dinas Kesehatan Cianjur tetap meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat surveilans, berkoordinasi dengan rumah sakit, serta melakukan pemantauan perkembangan kasus di lapangan.

Terkait upaya pencegahan, I Made mengimbau masyarakat untuk kembali menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Untuk penyakit virus, kuncinya ada pada imun dan daya tahan tubuh. Pola makan bergizi, aktivitas fisik, olahraga, istirahat cukup, dan menghindari kelelahan itu yang harus dijaga,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa gejala influenza yang belakangan dikeluhkan masyarakat umumnya masih serupa dengan influenza pada umumnya.

“Gejalanya infeksi saluran pernapasan, biasanya demam tinggi mendadak dan sering disertai nyeri badan. Itu berbeda dengan infeksi bakteri yang biasanya diawali batuk atau nyeri menelan,” kata I Made. (Ben)

Comment