Diduga Pangkas Anggaran MBG, Menu PAUD di Gekbrong Dinilai Tak Sesuai Ketentuan

Inilah paket MBG yang dipersoalkan orangtua murid PAUD di Gekbrong. Menu dinilai minim dan memunculkan dugaan pemangkasan anggaran oleh pihak dapur SPPG

Wartacianjurnews.com – Sejumlah orang tua murid PAUD di Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, mengeluhkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima anak-anak mereka. Para orang tua menilai menu yang dibagikan dapur SPPG Songgom 002 diduga tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat dan terkesan sarat pengambilan keuntungan.

Berdasarkan ketentuan, menu MBG untuk siswa kelas rendah ditetapkan senilai Rp 8.000 per siswa per hari. Namun di lapangan, orang tua murid menyebutkan bahwa paket MBG yang dibagikan selama tiga hari yakni, Kamis, Jumat, dan Sabtu, kurang dari Rp 24.000 untuk tiga hari, tanpa variasi menu yang memadai.

“Selama tiga hari anak kami hanya menerima dua susu seharga Rp 5.000, jeruk Rp 1.000, lengkeng Rp 1.000, dan telur Rp 2.000. Kalau dihitung, jelas tidak sesuai dengan nilai dan standar gizi yang ditetapkan,” ujar Dani, salah seorang orang tua murid, kepada wartawan, Jumat (19/12/2024).

Inilah paket MBG yang dipersoalkan orangtua murid PAUD di Gekbrong. Menu dinilai minim dan memunculkan dugaan pemangkasan anggaran oleh pihak dapur SPPG

Dani menilai pihak pengelola dapur SPPG tidak seharusnya menutup mata atas selisih nilai tersebut.

“Jangan tidak mau disebut korupsi. Ini jelas melenceng dari ketentuan yang ada. Anak-anak berhak mendapat makanan bergizi sesuai anggaran, bukan dikurangi,” tegas Dani.

Para orang tua berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan evaluasi dan audit terhadap pelaksanaan MBG oleh SPPG Songgom 002 yang berlokasi di Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekbrong. Mereka menuntut transparansi anggaran serta perbaikan kualitas dan kuantitas menu agar tujuan program MBG, meningkatkan gizi dan kesehatan anak, benar-benar tercapai.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPPG Songgom 002 belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan orang tua murid tersebut. Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi. (dil)

Comment