Wartacianjurnews.com– Dugaan penyalahgunaan dana Program Indonesia Pintar (PIP) kembali mencuat di Kabupaten Cianjur. Kali ini, sorotan tertuju pada SDN Kidang Buana, Desa Jamali, Kecamatan Mande, setelah terungkap bahwa dana PIP aspirasi tahun anggaran 2022 yang seharusnya diterima siswa, diduga digunakan untuk pembangunan fasilitas sekolah.

Klarifikasi dilakukan pada Rabu (9/7/2025) di SDN Kidang Buana, Kampung Ciharashas RT 01 RW 02. Dalam kegiatan tersebut hadir Kapolsek Mande, Bhabinkamtibmas Desa Jamali, Kasi Trantib Kecamatan Mande, mantan kepala sekolah Hj. Nia Kania Dewi, serta sekitar 50 orang tua siswa.
Dalam keterangannya, Hj. Nia Kania Dewi selaku kepala sekolah pada tahun 2022 mengakui bahwa dana PIP aspirasi sebesar Rp36.900.000 untuk 82 siswa (Rp450.000 per siswa) memang telah diterima. Namun, dana itu tidak disalurkan ke siswa. Sebaliknya, ia menyebut dana digunakan untuk pembangunan fasilitas sekolah karena anggaran DAK, DAU, dan BOS dianggap tidak mencukupi.
Ironisnya, ia juga mengungkap bahwa dana yang diterima hanya 50% dari total yang seharusnya diterima, karena sisanya disebut sebagai “jatah” untuk anggota DPR RI pengusul.
Pernyataan tersebut sontak membuat para orang tua geram. Mereka menuntut agar dana dikembalikan hari itu juga kepada siswa penerima. Kapolsek Mande, IPTU Yudi Heryanadi, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan agar permasalahan diselesaikan secara kekeluargaan namun tetap menekankan pentingnya transparansi dan tanggung jawab.
“Apabila dalam penggunaannya ada penyimpangan, maka silakan dipertanggungjawabkan secara pribadi dan dikembalikan kepada siswa,” tegasnya.
Hasil akhir klarifikasi menyatakan bahwa Hj. Nia Kania Dewi berkomitmen untuk mengembalikan dana sebesar Rp225.000 per siswa (50% dari hak mereka) paling lambat hari Jumat mendatang.
Kasus ini menambah daftar panjang potensi penyalahgunaan dana bantuan pendidikan di tingkat sekolah. Publik kini menanti, apakah pengakuan ini akan berujung pada tindakan hukum atau berhenti pada pengembalian sepihak yang tak menyentuh akar masalah. (Ben)














Comment