Wartacianjurnews.com- Santri pondok pesantren salafiyah di Kabupaten Cianjur didorong mendapatkan pendidikan formal seperti pelajar pada umumnya lewat sebuah program yang diluncurkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) pada tahun 2026.

Nantinya, Disdikpora Cianjur menggandeng Kemenag Cianjur selaku intansi yang membawahi pondok pesantren.
Kepala Disdikpora Cianjur Ruhli Solehudin mengatakan, program tersebut bertujuan agar terjadinya kesetaraan antara santri dan pelajar dalam mendapatkan pendidikan formal.
Diharapkan, program tersebut dapat menekan angka putus sekolah (APS) yang saat ini mencapai 53.000, lebih luasnya berdampak pada meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Cianjur.
“Kami akan mencoba menggaet pondok pesantren di Cianjur untuk mengadakan program pembelajaran, jangan sampai tidak merasakan pendidikan,” kata Ruhli, Senin 29 Desember 2025.
Secara teknis, petugas dari Disdikpora Cianjur dan Kemenag Cianjur akan mendatangi Ponpes, pemiliknya akan ditanya kesanggupan menyediakan tempat pembelajaran.
Apabila menyatakan keterbatasan sarana dan prasarana, maka santri diarahkan untuk mengikuti pembelajaran ke sekolah terdekat.
“Teknisnya kami mendatangi pesantren, siap atau tidaknya mengadakan tempat dan sasaran siswa pesantren tersebut. Nanti kita menentukan kurikulum dan tenaga pendidiknya,” pungkasnya. (NRS)













Comment