Antusiasme Tinggi, Warga Padati Gerakan Pangan Murah di Alun-alun Cianjur

Wartacianjurnews.com – Gerakan Pangan Murah yang digelar Polres Cianjur di Alun-alun Kabupaten Cianjur, Rabu (11/3/2026), diserbu ratusan warga. Antrean panjang terlihat memadati lokasi kegiatan sejak sore hingga menjelang waktu berbuka puasa.

Mayoritas warga yang datang merupakan ibu rumah tangga yang ingin mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar. Padatnya antrean membuat sejumlah warga harus berdesak-desakan, bahkan dilaporkan sempat ada warga yang pingsan.

Teks: Wakapolres Cianjur Kompol Ardi dan pejabat Satreskrim Polres Cianjur melayani masyarakat dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah di Alun-alun Cianjur.
Foto: Wakapolres Cianjur Kompol Ardi bersama pejabat Satreskrim Polres Cianjur melayani warga yang membeli paket sembako dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah di Alun-alun Kabupaten Cianjur, Rabu (11/3/2026).

Dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah tersebut, berbagai komoditas dijual dengan harga lebih terjangkau, seperti minyak goreng, beras, gula pasir, daging sapi, daging ayam, sayuran, hingga cabai.

Salah seorang warga, Rani, mengaku rela mengantre lama demi mendapatkan minyak goreng dengan harga yang lebih murah.

“Sangat membantu karena harganya murah. Saya baru dapat minyak karena antreannya panjang sekali. Di sini dua liter Rp28 ribu, sedangkan di pasar satu liter hampir Rp20 ribu lebih,” ujarnya.

Warga lainnya, Perti, mengatakan dirinya membeli paket sembako berisi beras, minyak goreng, gula pasir, telur, tepung terigu, dan daging ayam dengan harga Rp150 ribu.

“Kalau di sini sudah dipaketkan jadi lebih murah. Hanya Rp150 ribu, sedangkan kalau di pasar bisa sampai Rp200 ribu lebih,” katanya.

Kapolres Cianjur AKBP Dr A Alexander Yurikho Hadi mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk mendekatkan komoditas pangan yang harganya relatif tinggi di pasaran agar lebih mudah dijangkau masyarakat.

“Kami menghadirkan pangan murah ini di tengah masyarakat dengan harga yang lebih rendah dari harga eceran di pasar. Misalnya yang di pasar Rp50 ribu, di sini bisa sekitar Rp45 ribu bahkan Rp42 ribu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sebanyak 1.500 paket sembako yang disediakan dalam kegiatan tersebut habis terjual karena tingginya antusias masyarakat.

“Alhamdulillah sekitar 1.500 paket semuanya habis terserap masyarakat. Ke depan kemungkinan kegiatan ini akan kami rancang kembali agar komoditas yang mahal bisa lebih terjangkau oleh warga,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya bersama pemerintah daerah dan instansi terkait juga melakukan pemantauan pasar untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali menjelang Idulfitri.

“Kami bersama dinas terkait melakukan keliling pasar untuk memberikan peringatan kepada pihak yang menjual barang di atas Harga Eceran Tertinggi. Jika peringatan tidak diindahkan, tentu ada langkah penegakan hukum,” tegasnya. (Ben)

Comment