Wartacianjurnews.com — AirNav Muda menggelar workshop pengembangan bertema “Empowering Future Leaders: Strong Mind, Strong Communication, Strong Body” untuk memperkuat kapasitas talenta muda AirNav Indonesia. Program ini menghadirkan dua narasumber profesional, yaitu M. Anggi Dwijayani, News Anchor sekaligus Certified Communication Trainer, serta Arief Utama Waworonuntu, CEO JUARA Event Organizer.
Chairman AirNav Muda, Ega Maliga Pramesta, menegaskan bahwa generasi muda di lingkungan AirNav memiliki potensi besar secara teknis, namun masih menghadapi kelemahan di kompetensi non-teknis. Menurutnya, kemampuan komunikasi strategis, keberanian tampil di forum formal, dan kepercayaan diri dalam mengemas ide masih jauh dari ideal.
“Potensi teknis anak muda AirNav itu besar, tapi kesenjangan soft skills masih jadi penghambat. Mereka sering kurang berani tampil dan belum terbiasa menyampaikan ide secara profesional,” ujar Ega.

Ia menyebut sebagian program internal sebelumnya terlalu fokus pada pelatihan teknis, sehingga pelatihan soft skills yang komprehensif belum terbangun. Padahal, kompetensi komunikasi dan leadership berbasis pengalaman sangat dibutuhkan di lingkungan kerja yang dinamis.
Pada sesi materi, aspek mental menjadi sorotan utama. Ega menyebut ketangguhan mental sebagai fondasi krusial bagi talenta muda AirNav.
“Dalam tekanan kerja tinggi, mental adalah kunci. Tanpa fondasi itu, risiko burnout meningkat, adaptasi melambat, dan inovasi mandek,” tegasnya.
Workshop ini diikuti oleh perwakilan pengurus AirNav Muda, karyawan Kantor Pusat, Cabang JATSC, Cabang Halim, Serikat Karyawan, organisasi profesi, hingga perwakilan panitia ICAO APAC. Program ini ditujukan untuk membangun pemimpin masa depan yang tangguh, komunikatif, sehat, profesional, dan kreatif.
AirNav Muda menetapkan sejumlah indikator konkret bagi peserta, mulai dari keberanian berbicara di forum, kemampuan mengeksekusi program secara terukur, kontribusi ide dalam transformasi organisasi, hingga perubahan perilaku berupa inisiatif dan kedisiplinan.
“Engine of change bukan soal apa yang mereka ketahui, tapi sejauh apa mereka bergerak dan menghasilkan perubahan nyata,” kata Ega. (Ben)













Comment