Wartacianjurnews.com – Kabar membanggakan datang dari ranah pemuda Cianjur. Dandi Kusnadi, aktivis muda yang dikenal luas di kalangan santri dan mahasiswa, kembali menorehkan prestasi. Lulusan STAI Al-Azhary Cianjur yang juga aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini terpilih menjadi delegasi Indonesia dalam ajang bergengsi Young ASEAN Islamic Leader Future (YAILF) 2025 di Terengganu, Malaysia.
Forum internasional yang berlangsung pada 3–7 Agustus 2025 itu mempertemukan para pemimpin muda Muslim dari berbagai negara ASEAN, guna merumuskan langkah-langkah strategis menghadapi tantangan global—dari isu kepemimpinan hingga penguatan identitas Islam yang moderat dan solutif.
Bagi Dandi, forum ini bukan sekadar ajang diskusi. “Pertemuan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang kita sebagai Pemuda Muslim ASEAN,” ucapnya penuh semangat dalam pidato penutupan YAILF 2025. Ia mengajak seluruh peserta untuk membawa pulang semangat perubahan, bukan hanya cerita.
Sejak remaja, Dandi telah menunjukkan dedikasi tinggi di dunia pendidikan dan organisasi. Ia dikenal sebagai santri aktif di Pondok Pesantren Riyadul Muta’alimin Cianjur, tempat ia mengasah nilai-nilai keislaman dan kepemimpinan. Perjalanan akademisnya di STAI Al-Azhary mengantarkannya pada peran penting sebagai Presiden Mahasiswa (Presma), sekaligus menjabat sebagai Sekjen Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Tjiandjoer (PP HIMAT).
Tak heran, kiprah Dandi membawanya melangkah jauh hingga ke panggung internasional. Dalam forum YAILF, ia turut serta dalam berbagai diskusi lintas negara yang membahas peran pemuda Muslim dalam mewujudkan dunia yang lebih damai dan berkelanjutan.
“Diskusi tematik yang kami ikuti memperluas wawasan dan membuka perspektif baru. Interaksi lintas budaya selama kegiatan ini membuat saya semakin yakin bahwa kolaborasi antarbangsa adalah kunci kemajuan umat,” tuturnya.
Namun lebih dari itu, Dandi menekankan pentingnya tindak lanjut dari forum semacam ini. Ia mendorong agar rekomendasi yang dihasilkan tidak berhenti di atas kertas, melainkan dapat diimplementasikan dalam program-program pemuda di masing-masing negara ASEAN.
Keterlibatan Dandi di YAILF 2025 bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi bukti bahwa pemuda daerah, khususnya dari lingkungan pesantren, memiliki kapasitas dan potensi besar untuk berkontribusi di panggung global.
Cianjur patut berbangga. Dari balik dinding pesantren, lahir seorang pemuda yang kini membawa nama Indonesia sejajar dengan pemuda-pemuda inspiratif dari seluruh Asia Tenggara. (dil)













Comment